Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Liputanindo.id/Richard Alkhalik.
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Tak akan segan menggunakan otoritas fiskalnya Demi mendisiplinkan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang menghambat laju investasi di Tanah Air.
Pemotongan anggaran hingga penahanan Transfer ke Daerah (TKD) disiapkan sebagai bentuk disinsentif bagi instansi yang dinilai lamban atau tak sejalan dengan visi pertumbuhan ekonomi. Purbaya menegaskan, kehadiran Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) Mempunyai kekuatan eksekusi yang riil.
“Karena kita lintas kementerian, dan disampaikan saya punya kekuatan anggaran. Terdapat kementerian-kementerian yang lain kadang-kadang Lamban. Saya Pandai kasih anggaran, atau saya kurangi anggarannya kalau tetap ngotot,” tegas Purbaya, usai seminar International Seminar on Debottlenecking Channel “Resolving Bottleneck, Accelerating Investment”, di Komplek Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menekankan, pemerintah daerah memegang peranan vital dalam mengeksekusi kebijakan yang pro-investasi.
“Daerah juga sama, daerah juga saya kan Lagi mengendalikan tanggung ke daerah. Jadi daerah juga harus mengikuti kebijakan yang pro-investasi, pro-pertumbuhan di daerahnya sendiri,” kata Purbaya.
Dorong investasi dan akhiri birokrasi ping-pong
Purbaya berkomitmen Demi memberantas praktik saling lempar tanggung jawab antarinstansi yang kerap merugikan penanam modal atau pelaku usaha. Purbaya menceritakan Intervensi di lapangan, yang terdapat investor asal Prancis yang izin usahanya belum Terdapat kepastian hingga lebih dari setahun akibat birokrasi yang berbelit.
“Hanya mereka bilang yang problem mereka hadapi adalah kadang-kadang mesti kementerian ini, kementerian ini, kementerian ini pusing, di ping-pong juga ke sana ke sini. Lalu dari Prancis, Prancis bilang juga sama, Terdapat bussinessman investasi di sini, izinnya Tiba setahun belum keluar katanya,” ungkap Menkeu Purbaya.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, yang turut hadir dalam agenda tersebut, mengungkapkan Lembaga ini mendapat atensi besar dari dunia Dunia. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah perwakilan negara sahabat dan tokoh mancanegara yang turut berdiskusi secara langsung. Ia mengatakan acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan luar negeri.
Melalui saluran penyelesaian sengketa investasi atau dengan Kanal Debottlenecking, Purbaya mengatakan pemerintah Mau bergerak Segera menyelamatkan Kategori modal yang masuk ke dalam negeri. Purbaya menyebutkan bahwa sejumlah proyek raksasa yang sempat mandek, termasuk investasi puluhan miliar dolar, kini siap Demi segera dieksekusi.
“Nanti Terdapat Tengah satu proyek di Sekeliling Sumatra mungkin yang Tiba USD40 miliar, yang Terdapat bertahun-tahun enggak jalan, kita akan jalankan dengan Segera, begitu dia masukin ke sini, mereka Lagi Obrolan seperti apa ini. Terdapat beberapa kalangan yang bilang juga, kami mau mengadu juga,” kata dia.
