Limbah Oli Bekas Cemari Sungai Sesanip Tarakan hingga Produksi Air Berhenti

Produksi air Bersih di Instalasi Pengolahan Air Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan terhenti total akibat dugaan pencemaran limbah oli bekas di Jenis Sungai Sesanip pada Jumat (8/5). Insiden yang berlokasi di Kelurahan Karang Anyar ini menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah.

Kondisi air sungai yang menghitam Membangun manajemen perusahaan Kagak berani mengambil risiko Demi mengolah air baku tersebut. Dilansir dari Detikcom, penghentian operasional ini berdampak langsung pada terganggunya distribusi air Bersih bagi lebih dari 15 ribu pelanggan di Daerah Tarakan Barat dan sebagian Tarakan Tengah.

Manajer Produksi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, Sunarto, mengonfirmasi bahwa informasi mengenai pencemaran tersebut pertama kali diterima oleh internal perusahaan pada petang hari. Hal ini berdampak signifikan pada kemampuan perusahaan dalam menyuplai kebutuhan air Bersih bagi masyarakat luas.

“Iya saya mendapatkan info pertama kali dari WA Grup Perumda Tirta Alam Tarakan tepatnya jam 18.07 WITA. Ini Sungai Sesanip atau Sungai Kampung Bugis. Dampaknya luar Standar, kita Kagak Dapat produksi air. Berarti kerugian kita itu Nyaris ratusan juta,” ungkap Sunarto.

Sunarto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi Segera dengan tim laboratorium dan air baku Demi memastikan ambang batas pencemaran. Setelah mendapatkan data teknis yang Seksama, manajemen memutuskan Demi segera menindaklanjuti Intervensi tersebut kepada aparat penegak hukum guna mengusut dalang di balik pembuangan limbah tersebut.

“Setelah koordinasi dengan Asisten Manajer Air Baku, Pengolahan, dan Laboratorium, langsung saya berikan Hasil. Saya laporkan ke Polres Tarakan tadi malam. Dari pukul 02.30 WITA itu saya baru pulang Demi memberikan keterangan Penjelasan terkait pencemaran sungai ini,” tegas Sunarto.

Hingga Demi ini, pihak kepolisian melalui Polres Tarakan sedang memproses laporan tersebut. Sementara itu, pihak PDAM Maju berupaya melakukan pembersihan agar kualitas air baku kembali normal dan produksi air Bersih bagi tujuh Daerah terdampak dapat segera dipulihkan kembali.