DPKP-CKTR Bondowoso Jalankan Program Penguatan Infrastruktur dan Permukiman Terpadu

Foto BeritaJatim.com

Bondowoso (Liputanindo.id) – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPKP-CKTR) Kabupaten Bondowoso menyiapkan sejumlah program prioritas di tahun anggaran 2026 dengan total anggaran miliaran rupiah.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur permukiman dan pelayanan dasar masyarakat.

Kepala DPKP-CKTR Bondowoso, Dadan Kurniawan melalui Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Ika Novita Rini menyampaikan bahwa salah satu program Primer adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pada tahun 2026, SPAM direncanakan akan dibangun di 15 Posisi dengan Sasaran 250 sambungan rumah (SR).

“Buat SPAM, Ketika ini Lagi dalam tahap penyesuaian standart harga satuan (SSH) sebagai dasar dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sehingga Penyelenggaraan fisik belum dimulai,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain SPAM, program Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) juga menjadi prioritas. Kegiatan yang berupa pembangunan unit MCK di 15 Posisi tersebut telah mulai dikerjakan dengan progres fisik dilapangan mencapai Sekeliling 15 persen.

Di sektor Penyediaan Prasarana, Sarana Utilitas Lumrah di Perumahan dan Penanganan Kawasan Kumuh, DPKP-CKTR melaksanakan pembangunan pada lingkungan permukiman, yang terdiri dari pembangunan jalan lingkungan di 88 titik Posisi dan pembangunan duiker 1 Posisi.

Pekerjaan pembangunan jalan lingkungan meliputi Bangunan paving dan aspal AC-WC. Spesifik Buat paving, tercatat sebanyak 59 titik telah dikerjakan dengan progres fisik lapangan Sekeliling 30 persen.

Selain Pembangunan jalan lingkungan, juga dilaksanakan pembangunan drainase di 7 Posisi. Tetapi, pekerjaan konstruksinnya belum dilaksanakan karena Lagi tahap menyesuaikan dengan Standar Satuan Harga (SSH), sebagaimana juga pada program SPAM.

Sementara itu, program penanganan Rumah Bukan Layak Huni (RTLH) menyasar 114 unit, yang lokasinya tersebar diwilayah Kab. Bondowoso. Progres penanganan RTLH Ketika ini masuk dalam tahapan proses pembukaan rekening bagi penerima manfaat sebelum memasuki tahap Penyelenggaraan fisik.

“Buat RTLH, pola yang digunakan Lagi berbasis swadaya masyarakat, di mana material disediakan melalui anggaran pemerintah, sedangkan pengerjaan dilakukan secara gotong royong,” Jernih Ika.

DPKP-CKTR juga melakukan penanganan rumah terdampak bencana. Hingga Ketika ini terdapat 9 unit rumah yang menjadi sasaran perbaikan, dengan 4 unit di antaranya telah selesai dikerjakan.

Perbaikan rumah bencana tersebut tersebar di beberapa Kawasan, antara lain Desa Bandilan di Kecamatan Prajekan sebanyak dua unit, Desa Jambeanom Kecamatan Jambesari satu unit, Desa Sucolor Kecamatan Maesan satu unit, Desa Banyuputih Kecamatan Wringin satu unit, serta Desa Gayam Kecamatan Botolinggo sebanyak dua unit.

Adapun rumah yang telah selesai dikerjakan berada di Desa Taman Kecamatan Grujugan, Desa Poncogati Kecamatan Curahdami, dan Desa Jambeanom Kecamatan Jambesari.

Melalui berbagai program tersebut, DPKP-CKTR Bondowoso optimistis dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, mengurangi kawasan kumuh, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata di tahun 2026. (awi/ted)