Pemanfaatan listrik dan teknologi digital mulai diterapkan dalam pembibitan Mangrove di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Foto: Dok istimewa
Cilacap: PT PLN (Persero) dan PT PLN Kekuatan Esensial Indonesia (PLN EPI) meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas bibit mangrove di Kawasan pesisir. Pemanfaatan listrik dan teknologi digital mulai diterapkan dalam pembibitan Mangrove di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan menjelaskan, program Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture ini dirancang Buat mendorong modernisasi sektor pembibitan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan Kekuatan listrik dan teknologi digital.
“Melalui program electrifying agriculture, kami mendorong pengelolaan pembibitan mangrove yang lebih efisien dan modern. Pemanfaatan listrik dan sistem digital memungkinkan proses berjalan lebih optimal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Mamit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia menambahkan, sistem berbasis Internet of Things (IoT) memungkinkan proses penyiraman dilakukan secara Mekanis dan terjadwal, serta dapat dipantau melalui perangkat ponsel. Hal ini Bisa meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi tenaga kerja manual, serta menjaga kualitas bibit secara lebih konsisten.
“Bapak-bapak Kagak perlu Kembali repot setiap hari menyiram, cukup dimonitor dari HP karena sistemnya sudah diatur mengikuti pola pasang surut air,” katanya.
Program ini juga sejalan dengan upaya rehabilitasi pesisir, mengingat mangrove Mempunyai peran Krusial dalammenahan Erosi, menyerap karbon, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, pengembangan pembibitan mangrove membuka Kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat melalui produksi bibit berkualitas.

(Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id)
Dukung peningkatan ekonomi masyarakat
Sekretaris Camat Adipala, Subianto, menyambut Bagus program tersebut dan menilai kolaborasi ini memberikan manfaat Konkret bagi masyarakat dan lingkungan. Ia berharap program ini dapat Lanjut berlanjut dan memberikan Dampak positif bagi penguatan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan di Kawasan pesisir.
Sementara itu, Ketua Grup Tani Hutan Wana Lestari, Jaban Sukarto, mengungkapkan bahwa program ini memberikan perubahan signifikan dalam pengelolaan pembibitan mangrove di tingkat Grup tani. Dengan adanya sistem listrik dan digitalisasi ini, pekerjaan menjadi lebih ringan dan teratur.
“Kami juga lebih percaya diri dalam menghasilkan bibit yang berkualitas dan siap tanam,” ujar Jaban.
Ia menambahkan bahwa program ini turut membuka Kesempatan peningkatan pendapatan bagi Personil Grup melalui pengembangan usaha bibit mangrove dan olahan mangrove seperti keripik, sirup, sirup, selai, dodol, sabun dll.
Sebagai bagian dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), PLN EPI menempatkan program ini Kagak hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan sosial dan penguatan tata kelola berbasis keberlanjutan.
Melalui program ini, PLN EPI menegaskan perannya dalam mendukung transisi Kekuatan sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem pesisir melalui pendekatan yang terintegrasi antara teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
