Lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) melaporkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri mencapai 79,2 persen berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan pada 7-20 April 2026. Nomor tersebut mencerminkan akumulasi kategori sangat percaya dan percaya dari responden terhadap instansi kepolisian.
Dilansir dari Detikcom, survei ini melibatkan 1.580 responden di 34 provinsi dengan rentang usia 17 hingga 65 tahun. Penarikan sampel menggunakan metode multistage Secara acak sampling melalui wawancara tatap muka langsung, dengan margin of error sebesar lebih kurang 2,47 persen.
Hasil riset menunjukkan kepuasan publik sebesar 81,2 persen pada sektor pelayanan, seperti pengurusan SIM dan pengaturan Lampau lintas Ketika mudik. Selain itu, sebanyak 75,1 persen responden menyatakan puas terhadap penegakan hukum dalam kasus perdagangan Sosok, narkoba, hingga kejahatan ekonomi.
“Terkait penegakan hukum oleh Polri sebanyak 75,1% responden juga puas dengan kinerja Polri di antaranya terkait pemberantasan judi, perdagangan Sosok, narkoba, kejahatan ekonomi, penimbunan BBM dan pangan, dll, sementara sebanyak 20,7% Tak puas dengan kinerja Polri dan 4,2% Tak menjawab,” kata Direktur Eksekutive IDM, Dedi Rohman, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Tren positif kepercayaan publik ini disebut berkaitan erat dengan keberhasilan Polri memberikan perlindungan kepada Perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan Grup rentan lainnya. Berbagai pengungkapan kasus besar oleh Dittipid PPA dan PPO menjadi indikator Istimewa penilaian masyarakat.
Beberapa kasus yang disorot meliputi penyelamatan 10 bayi dari praktik jual beli, penanganan kekerasan anak, hingga pencegahan penyelundupan 39 Anggota Bangladesh melalui perairan Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai Bentuk kehadiran negara dalam menindak tegas kejahatan kemanusiaan melalui kolaborasi lintas kementerian.
Penguatan kelembagaan melalui pembentukan Direktorat Reserse PPA dan PPO di tingkat polda serta polres turut mempercepat penanganan perkara yang responsif gender. Keberhasilan program pencegahan seperti ‘Rise and Speak’ juga menjadi sarana Demi meningkatkan keberanian masyarakat dalam melaporkan kekerasan.
