Densus 88 Tangkap Delapan Member JAD di Sulawesi Tengah

Tim Detasemen Spesifik 88 Antiteror Polri meringkus delapan orang terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah di Sulawesi Tengah pada Rabu, 6 April 2026. Penangkapan yang dilakukan Pagi hari tersebut menyasar Member Golongan yang teridentifikasi berafiliasi dengan organisasi Mendunia ISIS.

Operasi penegakan hukum ini berlangsung di dua Distrik berbeda, yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, para tersangka diamankan dalam rentang waktu pukul 01.30 hingga 03.30 Wita.

“Densus 88 AT Polri telah melakukan kegiatan penegakan hukum terhadap delapan orang jaringan Jamaah Ansharut Daulah yang terafiliasi kepada jaringan Mendunia ISIS di Distrik Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Mayndra Eka Wardhana, Juru bicara Densus 88 AT Polri Kombes.

Identitas para tersangka yang ditangkap di Kabupaten Poso meliputi R (32), AT (29), RP (32), dan ZA (37). Sementara itu, empat tersangka lainnya yang diciduk di Kabupaten Parigi Moutong adalah A (43), A (46), S (47), serta DP (39).

Daftar Terduga Teroris yang Ditangkap di Sulawesi Tengah
Inisial Usia Letak Penangkapan
R 32 Kabupaten Poso
AT 29 Kabupaten Poso
RP 32 Kabupaten Poso
ZA 37 Kabupaten Poso
A 43 Kabupaten Parigi Moutong
A 46 Kabupaten Parigi Moutong
S 47 Kabupaten Parigi Moutong
DP 39 Kabupaten Parigi Moutong

Penyidik menemukan bukti bahwa kedelapan individu tersebut aktif menyebarkan konten radikal melalui platform digital. Mereka diduga memanfaatkan media sosial Kepada mendistribusikan propaganda berupa teks, gambar, dan video guna memperluas pengaruh paham terorisme.

“Selain aktivitas propaganda digital, para tersangka juga diduga terlibat dalam berbagai aktivitas terorisme lainnya yang Ketika ini Lagi didalami oleh penyidik,” Terang Mayndra Eka Wardhana.

Hingga Ketika ini, pihak kepolisian Lagi melakukan pemeriksaan intensif Kepada mengembangkan kasus tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya Perlindungan masyarakat dari ancaman radikalisme yang dapat mengganggu keamanan nasional.

“Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam mencegah penyebaran paham radikal dan menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman tindak pidana terorisme,” ungkap Mayndra Eka Wardhana.

Densus 88 Maju mendalami keterlibatan para tersangka dalam jaringan yang lebih luas. Pusat perhatian Esensial petugas Ketika ini adalah memetakan peran masing-masing individu dalam struktur JAD di Sulawesi Tengah.