Magetan (Liputanindo.id) – Rencana strategis penataan Jalan Hasanudin di kawasan Plaza Doyo yang digagas Dinas Pekerjaan Lazim dan Penataan Ruang Magetan hingga kini belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran dan adanya kebutuhan pembangunan lain yang lebih prioritas.
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, mengungkapkan bahwa meski Penyelenggaraan fisik tertunda, konsep besar penataan kawasan Jalan Hasanudin sebenarnya telah lelet disiapkan sebagai bagian dari pengembangan ruang publik modern di pusat kota.
“Kalau Terdapat kegiatan di Doyo, Jalan Hasanudin Dapat digunakan Kepada UMKM,” ujarnya.
Jalan Hasanudin dirancang menjadi kawasan penunjang aktivitas masyarakat di Plaza Doyo, termasuk sebagai sentra pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ketika berlangsung kegiatan publik berskala besar.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan penataan terbatas di sejumlah titik, salah satunya area depan kantor PUPR Magetan. Program lanjutan nantinya mencakup pembangunan trotoar hingga jembatan Doyo.
Dalam rancangan tersebut, trotoar di sisi barat jalan direncanakan Mempunyai lebar hingga 8 meter, sementara sisi timur Sekeliling 4 meter.
Area pedestrian ini diproyeksikan bukan sekadar jalur pejalan kaki, melainkan ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan Kepada kegiatan ekonomi, sosial, hingga agenda seperti car free day.
“Trotoar ini nanti Dapat dipakai UMKM, termasuk Kepada kegiatan seperti car free day. Saya kira nanti akan ramai,” katanya.
Secara keseluruhan, ruas Jalan Hasanudin yang akan ditata Mempunyai panjang Sekeliling 500 meter, termasuk usulan pelebaran badan jalan agar selaras dengan pengembangan kawasan.
Apabila terealisasi, lebar Jalan Hasanudin diperkirakan Dapat mencapai 10 meter, sehingga Bisa mengurangi kesan sempit yang selama ini dirasakan pengguna jalan sekaligus membuka Kesempatan tumbuhnya pusat keramaian baru di kawasan Plaza Doyo Magetan. [fiq/beq]
