PLN IP mengembangkan solusi Daya berbasis pelanggan (customer-centric energy solutions) di Indonesia. Foto: Dok istimewa
Jakarta: PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) Serempak DevvStream Inc. Kerja sama ini sebagai bagian dari pengembangan solusi Daya Kudus berbasis Solar PV solution dalam portofolio beyond kWh.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Istimewa PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta dan CEO DevvStream Corp Sunny Trinh. Kerja sama ini menjadi tonggak Krusial bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan skema monetisasi karbon Mendunia.
PLTS yang dikembangkan dalam kerja sama ini merupakan PLTS off-grid yang digunakan Buat kebutuhan sendiri (self-consumption), sehingga Tak terhubung ke jaringan listrik Istimewa dan tetap selaras dengan ketentuan yang berlaku di sektor lingkungan hidup dan pasar karbon.
Bernadus mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan model bisnis baru yang lebih berkelanjutan. Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid menjadi solusi PLN IP Buat Daya Kudus.
“Ini merupakan bagian dari Penemuan PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi Daya Kudus disisi operasional sekaligus membuka Kesempatan monetisasi karbon. Ini adalah Bentuk Konkret transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah,” ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Melalui skema ini, PLN IP akan menghasilkan sertifikat penurunan emisi (Verified Emission Reduction /VER) dari proyek-proyek PLTS di berbagai Posisi di Indonesia, yang kemudian dipasarkan melalui DevvStream sebagai Kenalan Mendunia.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Konsep bisnis beyond kWh
Ia menjelaskan, konsep beyond kWh yang diusung PLN IP Tak hanya berfokus pada penjualan listrik, tetapi juga mencakup layanan Daya terintegrasi, termasuk penyediaan pembangkit Daya terbarukan, pengelolaan emisi karbon, serta optimalisasi aset Daya pelanggan.
Dalam implementasinya, proyek PLTS off-grid ini dirancang Buat mendukung kebutuhan Daya pelanggan secara Berdikari, meningkatkan efisiensi Daya, serta memberikan kontribusi langsung terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan eksisting.
“Kami Menyaksikan potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang Tak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon Mendunia,” ujar Sunny.
Selain mendukung agenda dekarbonisasi nasional, kerja sama ini juga mempertegas peran PT PLN Indonesia Power sebagai pelopor dalam pengembangan solusi Daya berbasis pelanggan (customer-centric energy solutions) di Indonesia.
“Ke depan, PLN IP akan Lanjut memperluas implementasi Solar PV solution sebagai bagian dari strategi energy transition, sekaligus mengoptimalkan Kesempatan dari pasar karbon Buat menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan,” kata Bernadus.
