Letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (08/05), menyebabkan dua pendaki asal Singapura dan satu Penduduk Indonesia meninggal dunia. Mereka adalah bagian dari sedikitnya 20 pendaki yang terjebak di gunung tersebut.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan seorang Penduduk Ternate ditemukan meninggal dunia.
Sebelumnya, dia mengatakan dua Penduduk Singapura telah meninggal dunia.
“Informasi dari BPBD dan Basarnas Eksis dua yang meninggal. Penduduk negara asing, orang Singapura,” ujar Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, kepada BBC News Indonesia, Jumat (08/05).
Demi ini, sambungnya, terdapat setidaknya 34 personel dari Polres Halmahera Utara, TNI, BPBD, dan Basarnas sedang menuju Posisi para pendaki Demi mengevakuasi mereka.
Menurut informasi yang dia terima, kedua jenazah dan para penyintas berada di Sekeliling bibir Kawasan gunung tersebut. “20 orang terjebak,” ujarnya.
“Eksis sembilan WNA, sisanya Penduduk lokal. Sebanyak tujuh pendaki asing sudah turun Sekalian. Mereka ini sudah Paham kondisi yang dilarang semenjak Gunung Dukono level 2,” kata Erlichson.
“Demi korban meninggal, posisi korban Lagi di atas karena Lagi terjadi erupsi berulangkali sehingga tim gabungan Lagi memastikan keselamatan Demi evakuasi,” tambahnya.
Bagaimana perkembangan evakuasi?
Aldy, Penduduk lokal yang bergabung dalam tim penyelamat, mengatakan, proses pencarian terhadap pendaki yang hilang Lagi berlangsung di Gunung Dukono.
Aldy dan timnya Demi ini berada di shelter terakhir, Sekeliling dua kilometer dari puncak gunung.
“Kondisi di shelter terakhir Kondusif, kami sedang melakukan Percakapan Demi proses penyelamatan,” ujarnya melalui sambungan telepon yang terputus-putus karena sinyal Tak baik.
Menurut Aldy, tim telah mengetahui posisi dua korban meninggal di area puncak, Tetapi Lagi belum Dapat melakukan evakuasi. Satu korban Tengah, menurut dia, Posisi tepatnya belum ditemukan.
“Dari BPBD belum mengizinkan kami menyebutkan status meninggal, karena evakuasi belum dilakukan,” katanya.
Tiga pendaki tersebut, kata dia, terdiri dari dua Penduduk negara asing dan satu Penduduk negara Indonesia.
Di sisi lain, Gunung Dukono Lagi mengeluarkan Arang vulkanik dan material batu dari Kawasan.
Aldy mengatakan kondisi ini Membikin situasi di puncak menjadi sangat berbahaya bagi pendaki.
“Yang terlihat dari shelter, Arang dan material batu Lalu keluar,” ujarnya.
Sebelumnya, Aldy mengatakan pihak terkait telah mengeluarkan Pelarangan pendakian sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pelarangan tersebut disosialisasikan melalui media hingga poster di jalur masuk.
Tetapi, para pendaki diduga tetap leluasa memasuki jalur pendakian, karena Gunung Dukono Tak punya pos pendaftaran Formal. Aldy menyangka para pendaki ini bertujuan Menonton Kawasan Dukono.
Meski aktivitas gunung meningkat, menurut Aldy, Penduduk di Sekeliling permukiman dilaporkan dalam kondisi Kondusif karena jarak kampung yang relatif jauh dari Kawasan.
Basarnas menyatakan total pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono berjumlah 20 orang.
“Data sementara menunjukkan sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi ke Posisi Kondusif. Sementara lima lainnya Lagi berada di area puncak dengan rincian dua orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan dua orang lainnya Lagi bertahan di kawasan atas gunung Demi melakukan pencarian terhadap korban hilang,” ujar Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.
Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan Penduduk negara asing asal Singapura, masing-masing bernama Timo dan Sahnas.
“Tetapi demikian, informasi tersebut Lagi menunggu Validasi langsung dari tim SAR setelah tiba di Posisi kejadian,” sebutnya.
“Hingga Demi ini Tim SAR Gabungan Lagi Lalu berupaya menuju Posisi Demi melakukan evakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono,” lanjut Iwan.
Iwan mengatakan awalnya kantor SAR menerima sinyal darurat (SOS) pada titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E.
Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.
“Beliau menginformasikan bahwa di Posisi tersebut, tepatnya di kawasan Gunung Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” sebut Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.
“Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara Formal meminta Donasi SAR Demi proses evakuasi para korban,” imbuhnya.
Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10.000 meter.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Kolom Arang teramati kelabu hingga hitam. Demi laporan dibuat, Gunung Dukono Lagi meletus.
“Kolom Arang teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Demi laporan ini dibuat, erupsi Lagi berlangsung,” tulisnya.
