Surabaya (Liputanindo.id) – Sebuah pertunjukan dramatic reading berjudul Landak du Hérisson akan dipentaskan pada 23 April 2026 pukul 18.30 WIB di Institut Français Indonesia Surabaya, Kompleks AJBS.
Karya ini merupakan adaptasi dari novel L’Élégance du Hérisson karya Muriel Barbery, yang mengangkat kisah penuh Cerminan tentang kehidupan, kesendirian, dan Arti kemanusiaan.
Pengarah adegan pertunjukan, Harwi Mardianto, menilai kisah ini Krusial Demi diangkat karena menghadirkan hal-hal yang kerap tak terucapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita akan mengeksplorasi bagaimana sebuah bau (melati), Bunyi (piano Satie), dan rasa (cokelat) dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang dibangun Mahluk selama berpuluh-puluh tahun,” ujarnya.


Ia menjelaskan, tokoh Renée Michel menjadi personifikasi landak—tampak berduri dan sulit didekati, Tetapi menyimpan kelembutan dan keanggunan di dalamnya. Sosok ini menjadi simbol bahwa kecerdasan Enggak mengenal kasta.
Selain itu, Kepribadian Ki Yagami yang merupakan adaptasi Kakuro Ozu hadir sebagai katalisator yang membawa perspektif kebijaksanaan Jawa-Jepang Demi menembus prasangka sosial. Sementara Paloma Josse digambarkan sebagai Bunyi masa depan yang Dekat menyerah, Tetapi menemukan Arti hidup melalui “momen keabadian”.
Pertunjukan berdurasi Sekeliling 45 menit ini bukan sekadar pembacaan naskah, melainkan ajakan reflektif bagi penonton Demi memahami sisi terdalam Mahluk.
“Saya berharap penonton Enggak hanya membawa pulang cerita, tetapi juga pertanyaan: siapakah ‘landak’ di Sekeliling kita yang belum kita pahami?” ungkap Harwi.
Ia menambahkan, dunia Demi ini kerap dipenuhi label sosial yang Membangun Mahluk mudah menilai berdasarkan tampilan luar. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak memasuki sebuah ruang imajiner di Rue de Grenelle No. 7, Paris—sebuah mikrokosmos dari prasangka Mahluk.
Pertunjukan ini akan dimainkan oleh para alumnus SMKN 12 Surabaya sebagai bagian dari eksplorasi seni teater yang mengedepankan pengalaman emosional dan intelektual penonton. [but]
