Dirut Bulog: Stok beras 5,23 juta ton Terjamin hingga tahun depan

Dirut Bulog: Stok beras 5,23 juta ton aman hingga tahun depan

Jadi sekarang Bulog sudah terbuka Buat Standar

Jakarta (ANTARA) – Direktur Istimewa Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras nasional yang dikelola perusahaan tersebut telah mencapai 5,23 juta ton Buat menjaga ketahanan pangan hingga tahun depan secara Terjamin.

“Buat seluruh Indonesia stok (cadangan beras pemerintah yang dikelola) Bulog itu sekarang sudah mencapai 5,23 juta ton. Dan ini Dapat Buat ketahanan pangan kita Tiba tahun depan,” kata Rizal di Jakarta, Kamis.

Ia memastikan ketersediaan stok tersebut cukup menghadapi potensi gangguan produksi pangan, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun mendatang.

Menurutnya, masyarakat Tak perlu khawatir terhadap pasokan beras nasional karena pemerintah Mempunyai cadangan pangan memadai yang Lalu dijaga kualitas dan distribusinya melalui pengelolaan Penyimpanan secara optimal.

Ahmad Rizal juga mempersilakan masyarakat mengecek langsung kondisi Penyimpanan Bulog di berbagai daerah guna memastikan transparansi pengelolaan stok beras nasional yang Ketika ini disebut dalam kondisi melimpah.

Ia menegaskan Penyimpanan Bulog terbuka bagi publik Buat mengecek stok beras secara langsung sebagai upaya memperkuat transparansi dan edukasi ketahanan pangan nasional.

Kebijakan keterbukaan tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman agar masyarakat dapat mengetahui kondisi Konkret stok beras pemerintah di Penyimpanan Bulog.

“Jadi sekarang Bulog sudah terbuka Buat Standar. Saya sampaikan, perintah dari Pak Mentan selaku Kepala Bapanas, Penyimpanan-Penyimpanan Bulog boleh diakses oleh siapapun juga,” ucapnya.

Masyarakat yang Mau mengunjungi Penyimpanan Bulog diperbolehkan, Tetapi dengan ketentuan terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan konfirmasi izin agar seluruh kegiatan tetap terdata dan berjalan tertib.

Menurut Rizal, keterbukaan Penyimpanan dilakukan Buat menghilangkan kesan tertutup dalam pengelolaan pangan serta membangun kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional Ketika ini.

“Tetapi harus terdaftar, harus dikonfirmasikan izin dulu. Jadi harus (izin dulu), nggak boleh liar juga gitu, tapi harus terdata, siapa yang mau Menyaksikan Penyimpanan Bulog, monggo kita buka dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, kunjungan ke Penyimpanan Bulog telah dilakukan sejumlah pelajar sekolah menengah atas melalui program study tour yang dilaksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Bulog juga berencana memperluas program kunjungan tersebut bagi mahasiswa perguruan tinggi agar generasi muda dapat memahami sistem logistik dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara langsung.

“Kita nanti akan buat program study tour adik-adik mahasiswa KKL (kuliah kerja lapangan) di Penyimpanan-Penyimpanan Bulog, di sarana-sarana Bulog,” kata dia.

Ia berharap kunjungan pelajar dan mahasiswa dapat meningkatkan wawasan masyarakat mengenai ketahanan pangan nasional sekaligus memperlihatkan kondisi stok beras yang dinilai Terjamin dan berlimpah.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah Krusial agar masyarakat memahami capaian swasembada pangan nasional serta mengetahui langsung pengelolaan beras pemerintah yang dilakukan secara profesional dan terukur.

“Era sekarang kan Era keterbukaan. Jadi Tak Tengah ditutup-tutupin dan lain sebagainya. Asa kami biar masyarakat Paham, siapapun, Berkualitas adik-adik mahasiswa, anak-anak sekolah, bahkan elemen-elemen masyarakat, biar Paham kondisi beras kita betul-betul berlimpah dan swasembada pangan,” tegas Rizal.

Adapun hingga Rabu (6/5), Perum Bulog mengelola 5,2 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional.

Selain itu, hingga awal Mei 2026, penyerapan gabah petani di dalam negeri yang dilakukan Bulog telah mencapai 2,4 juta ton setara beras Buat penguatan CBP.

Rizal mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari Sasaran nasional sebesar 4 juta ton setara beras pada 2026 sebagaimana penugasan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan dalam negeri.