Kita juga Bisa mencukupi dengan Biaya sendiri Buat sementara
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan Biaya stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai salah satu upaya menstabilkan nilai Ganti rupiah.
“Di pemerintah, saya punya bond stabilization fund sendiri yang Eksis beberapa pihak. Kita juga Bisa mencukupi dengan Biaya sendiri Buat sementara,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Biaya ini disiapkan Buat menstabilkan pasar obligasi atau surat utang dengan membeli kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang dilepas oleh investor.
Strategi itu dilakukan Buat menjaga imbal hasil (yield) SBN agar tetap Konsisten, sehingga investor asing yang menyimpan surat utang Tak mengalami kerugian modal (capital loss).
Tetapi, Biaya yang disiapkan oleh Purbaya ini mempunyai kerangka yang berbeda dengan bond stabilization framework (BSF) yang dimiliki oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Menurutnya, Biaya stabilisasi obligasi ini telah dimiliki oleh Kementerian Keuangan, Tetapi sudah Tak aktif karena tak pernah digunakan.
“Bukan hal yang baru, tapi nggak pernah dijalani. Artinya, Eksis, tapi Tewas. Saya mau hidupkan saja,” ujarnya.
Menkeu berencana mengaktifkan kembali Biaya stabilisasi obligasi besok (7/5), meski imbal hasil surat utang Tetap berada di Dasar Dugaan makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar 6,7 persen.
“Dalam beberapa bulan terakhir, dari Januari, yield-nya naik kencang. Waktu saya Suntik Doku (ke perbankan), (imbal hasil) sempat 5,9 persen. (Tapi) naik Lalu dari 6,1 persen, sekarang 6,7 persen,” jelasnya.
Terkait sumber Biaya, Purbaya menyebut anggaran Bisa berasal dari berbagai pos, meski dia tak menyebut secara spesifik pos anggaran yang akan menjadi sasaran.
Menkeu juga belum mengungkapkan rencana buyback yang akan dilakukan. Tetapi, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi secara aktif dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas yang bertanggung jawab atas stabilitas nilai Ganti rupiah.
“Saya akan coba bantu rupiah dengan Langkah saya sendiri,” tuturnya.
