Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Hondius Tewaskan Tiga Penumpang

Tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi hantavirus di atas kapal ekspedisi kutub Hondius Begitu melakukan pelayaran dari Argentina menuju Eropa pada Rabu (6/5/2026). Wabah langka ini memicu peringatan serius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pola penyebaran virus melalui hewan pengerat di lingkungan kapal.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, insiden ini bermula ketika para penumpang dan awak kapal mengalami gangguan pernapasan akut. Beberapa korban harus dievakuasi secara darurat ke rumah sakit di Afrika Selatan guna mendapatkan penanganan medis intensif setelah kondisi kesehatan mereka memburuk secara signifikan.

Data dari operator kapal, Oceanwide Expeditions BV, menunjukkan bahwa kapal tersebut membawa Sekeliling 150 penumpang dalam perjalanan yang melewati Antartika dan Kawasan terpencil di Atlantik Selatan. Kasus pertama menimpa pria berusia 70 tahun yang meninggal di dekat St. Helena, disusul istrinya yang berusia 69 tahun, serta satu korban lainnya.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa situasi medis di atas kapal semakin sulit karena adanya hambatan izin birokrasi dari otoritas Kawasan setempat Kepada menurunkan penumpang yang terinfeksi.

“Hingga pukul 23.00 waktu Eropa Tengah pada 3 Mei, otoritas Cape Verde belum menyetujui penurunan penumpang yang sakit maupun pemeriksaan medis lebih luas,” kata pihak perusahaan Oceanwide Expeditions BV.

Hantavirus umumnya menyebar ke Sosok melalui partikel urine atau kotoran hewan pengerat yang terhirup di ruang berventilasi Enggak baik. Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang, kemunculan klaster di lingkungan tertutup kapal pesiar menjadi perhatian Tertentu bagi tim penyelidik epidemiologi Dunia.

Gejala awal infeksi ini meliputi demam, nyeri otot, hingga mual, yang dalam tahap parah dapat berkembang menjadi gagal napas atau sindrom paru hantavirus dengan tingkat Mortalitas mencapai 40 persen. Hingga Begitu ini, belum Terdapat vaksin atau obat antivirus spesifik yang tersedia Kepada mengatasi penyakit tersebut.

World Health Organization mengonfirmasi telah menjalin koordinasi dengan otoritas nasional serta pengelola kapal guna memantau perkembangan evakuasi medis. Penyelidik kini Pusat perhatian melakukan pengurutan genom Kepada menentukan sumber paparan dan jenis virus yang menginfeksi para penumpang tersebut.