Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Liputanindo.id/Richard Alkhalik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen, melampaui ekspektasi berbagai lembaga. Bilangan itu menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat kompetitif di kancah Dunia.
“Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini berada di atas beberapa negara G20 yang telah merilis datanya, termasuk Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Perkumpulan. Kita yang tertinggi,” sebut Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Airlangga, pencapaian tersebut Bukan lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah yang efektif memanfaatkan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Ia menambahkan konsumsi rumah tangga Tetap menjadi motor penggerak Istimewa dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,52 persen.
Optimalkan instrumen fiskal
Lonjakan belanja tersebut didorong oleh eksekusi berbagai program kementerian dan lembaga, termasuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp51,65 triliun serta realisasi awal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp51 triliun hingga Maret 2026.
Airlangga memaparkan prospek cerah perekonomian nasional turut tercermin dari penguatan sejumlah indikator makroekonomi terkini. Tingkat inflasi pada April terkendali di level 2,42 persen.
Optimisme publik juga terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh Bilangan 122,9. Di sektor eksternal, neraca perdagangan mencetak surplus beruntun selama 71 bulan dengan capaian USD3,32 miliar.
Likuiditas dan fungsi intermediasi perbankan juga terpantau solid, ditandai dengan pertumbuhan Biaya Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,55 persen secara tahunan dan penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan 9,49 persen secara tahunan.
Ia menambahkan, kinerja positif ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas indikator sosial. Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, perekonomian nasional berhasil menyerap 1,89 juta tenaga kerja baru, sehingga total penduduk bekerja mencapai 147,67 juta jiwa. Imbasnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) susut dari 4,76 persen menjadi 4,68 persen.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Bilangan kemiskinan turun
Sebagai upaya menjaga ketahanan daya beli masyarakat memasuki triwulan kedua, Airlangga merinci sejumlah strategi optimalisasi fiskal yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari pencairan Gaji ke-13 ASN sebesar Rp55 triliun, percepatan distribusi Sokongan pangan Demi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hingga pengamanan subsidi dan kompensasi Daya senilai Rp356,8 triliun.
Lebih lanjut, pemerintah turut menyuntikkan stimulus ke sektor riil melalui revitalisasi fasilitas pendidikan sebesar Rp13,4 triliun, pembiayaan tiga juta unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp37,1 triliun, Sokongan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Rp8,9 triliun, hingga penyediaan plafon kredit perumahan sebesar Rp34,8 triliun.
