Trump: Harga Minyak Turun kalau Ancaman Nuklir Iran Berakhir

Liputanindo.id – Presiden AS Donald Trump mengaku harga minyak akan turun dengan Segera setelah “ancaman nuklir” dari Iran dinetralkan.

Dalam wawancara dengan CNN sebelumnya, Trump mengimbau masyarakat tak khawatir terhadap kenaikan harga bensin di tengah konflik di Timur Tengah.

“Harga minyak dalam jangka pendek, yang akan segera turun ketika ancaman nuklir Iran berakhir, adalah sebuah harga yang yang sangat kecil bagi AS, dan dunia, Kondusif dan damai,” demikian kata Trump di platform media sosial TruthSocial.

Harga minyak meroket pada Senin pagi di tengah kekhawatiran akan masalah berkepanjangan terkait pengiriman dari Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent berjangka sempat mencapai 118 dolar AS (Sekeliling Rp2 juta) per barel, tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pada Sabtu, (28/2), AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah Sasaran di Iran, termasuk sebuah sekolah Perempuan di Iran selatan hingga menewaskan Sekeliling 200 siswi. Pada hari yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun terbunuh.

Total korban tewas akibat serangan itu, menurut Perwakilan Tetap Iran Kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani, kini telah melampaui 1.300 orang.

Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah fasilitas Punya militer Amerika di Timur Tengah dan Area Israel.

AS dan Israel menyatakan dimulainya operasi militer tersebut sebagai serangan pendahuluan atas dugaan ancaman program nuklir Teheran. Tetapi, mereka kini tak Tengah menyembunyikan keinginannya Kepada Menonton adanya pergantian kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *