liputanindo.com – Stage 7 ini menjadi Mimbar pembuktian bagi Luciano Benavides. Memacu KTM 450 Rally dari Red Bull KTM Factory Racing, pebalap asal Argentina ini menunjukkan kelasnya dalam membaca navigasi dan menjaga ritme kecepatan di medan yang sangat variatif.

Strategi “Start dari Belakang” yang Sempurna
Luciano memulai etape ini dari posisi start ke-6. Secara teknis, ini adalah posisi yang menguntungkan karena ia Pandai memanfaatkan jejak (tracks) dari pebalap di depannya Sembari tetap menjaga kecepatan tinggi. Hasilnya luar Lumrah, Sob. Luciano menyelesaikan spesial stage sepanjang ratusan kilometer tersebut dengan waktu total 4 jam 56 menit.

Ketangguhan Luciano tak terbendung, ia berhasil finis dengan selisih waktu yang cukup telak, yakni 4 menit 47 detik di depan rekan satu pabrikannya, Edgar Canet. Kemenangan ini sekaligus menegaskan Kendali KTM yang berhasil mencetak finish 1-2 di etape ini.
Daniel Sanders: Main Pintar demi “General Classification”
Di sisi lain, pemimpin klasemen sementara, Daniel Sanders, menunjukkan kedewasaan dalam balapan. Meskipun ia Tak memenangkan etape (finis ke-6), secara taktis Sanders bermain sangat Ayu.

Ia sempat menyalip beberapa rival di lintasan dan memanfaatkan sistem bonifikasi karena menjadi pebalap yang membuka jalur di depan. Berkat menit bonus tersebut, Sanders Malah berhasil memperlebar jarak di klasemen Lumrah (GC) dengan rival terdekatnya, Ricky Brabec (Honda), menjadi selisih 4 menit 25 detik. Cocok-Cocok manajemen risiko yang brilian!
Berita dari Rival: Honda Naik Turun
Kubu Honda mendapatkan hasil yang Kombinasi aduk di Stage 7 ini:

-
Adrien Van Beveren berhasil menyelamatkan muka Honda dengan finis di posisi ke-3, yang merupakan hasil terbaiknya sejauh ini di edisi 2026.
-
Tetapi, Berita kurang sedap datang dari Tosha Schareina. Rider Spanyol ini kehilangan banyak waktu berharga dan kini tertinggal lebih dari 15 menit di klasemen Lumrah. Peluangnya Demi mengejar podium Pemenang pun semakin berat.
Klasemen Makin Rapat di Barisan Tengah
Di Dasar kepemimpinan Sanders dan kejaran Brabec, persaingan posisi 5 besar semakin panas. Skyler Howes kini merangsek naik ke posisi ke-5 klasemen Lumrah, terlibat duel sengit dengan Ignacio Cornejo. Jarak antar pebalap yang semakin tipis ini menandakan bahwa sisa etape ke depan akan menjadi pertarungan fisik dan mental yang luar Lumrah.
KTM tampak sangat kuat setelah hari istirahat (Rest Day). Mereka seolah menemukan set-up mesin dan suspensi yang paling pas Demi Watak tanah Wadi Ad-Dawasir yang Segera Tetapi menipu. Strategi Daniel Sanders yang Pusat perhatian pada pengumpulan “menit bonus” Sembari menjaga motor tetap utuh adalah kunci Apabila ia Ingin membawa pulang gelar Pemenang tahun ini.
Gimana menurut sobat sekalian? Apakah strategi “buka jalur” Sanders akan Maju membuahkan hasil, atau Malah kubu Honda dengan Ricky Brabec akan melakukan serangan balik mematikan di Stage 8 nanti? Silahkan dikunyah-kunyah opininya di kolom komentar, Sob!
Taufik of BuitenZorg | @liputanindo
