10 Orang Terkaya di Timur Tengah Tahun 2026 Versi Forbes

Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud Menerima Medali Penghargaan dan Apresiasi dari Presiden Sri Lanka tahun 2017. (alwaleed.com.sa)

Jakarta: Timur Tengah terkenal sebagai kawasan yang sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi. Selama puluhan tahun, pilar ekonomi negara-negara di Area ini—seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar—Dekat sepenuhnya ditopang sektor Daya fosil.
 
Tetapi, dalam satu Dasa warsa terakhir, peta kekayaan di kawasan tersebut bergeser drastis. Kini, para miliarder Timur Tengah Enggak Tengah hanya menggantungkan hidup pada sektor Daya bumi. Mereka mulai melebarkan sayap bisnisnya ke sektor properti, perbankan, kesehatan, telekomunikasi, otomotif, hingga instrumen investasi Mendunia.
Transformasi tersebut tercermin dengan sangat Terang dalam daftar orang terkaya di dunia Arab tahun 2026 yang dirilis oleh Forbes Middle East. Laporan tersebut memperlihatkan pundi-pundi kekayaan para konglomerat Arab kini dibentuk oleh kombinasi Bergerak antara bisnis keluarga yang solid, Pengembangan perusahaan ke pasar Dunia, serta pertumbuhan pesat sektor-sektor industri baru yang Bergerak.
 
Dari total 36 miliarder Arab asal tujuh negara yang berhasil menembus daftar The World’s Richest Arabs 2026, akumulasi kekayaan gabungan mereka mencapai USD 137,3 miliar (Sekeliling Rp2.455,3 triliun). Naik Sekeliling 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 128,4 miliar (Sekeliling Rp2.296,2 triliun).
 
Nomor fantastis ini menjadi bagian dari laporan tahunan Forbes World’s Billionaires ke-40 yang mencetak rekor sejarah baru: Demi pertama kalinya, jumlah miliarder di seluruh dunia melampaui Nomor 3.000 orang. Berikut daftar 10 orang terkaya di Timur Tengah tahun 2026:
 

1. Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud — USD 19,9 Miliar (Sekeliling Rp355,9 triliun)

Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud menempati posisi teratas sebagai orang Arab terkaya di dunia pada tahun 2026 versi Forbes Middle East. Nilai kekayaannya tercatat mencapai USD 19,9 miliar (Sekeliling Rp355,9 triliun), melonjak signifikan dari USD 16,5 miliar (Sekeliling Rp295,1 triliun) pada tahun sebelumnya.

Tokoh bangsawan asal Arab Saudi ini dikenal luas sebagai investor ulung melalui perusahaan investasinya, Kingdom Holding Company, yang Mempunyai portofolio saham di berbagai sektor berskala Mendunia. Lewat Kingdom Holding Company, Alwaleed menggenggam kepemilikan di sejumlah perusahaan ternama dunia, salah satunya jaringan hotel mewah Four Seasons.

Laporan Forbes juga mencatat bahwa pada Februari 2026, Kingdom Holding mengumumkan nilai investasi gabungan mereka Berbarengan Alwaleed di SpaceX—termasuk di platform X, xAI, dan Starlink—telah meningkat menjadi USD 9,2 miliar (Sekeliling Rp164,5 triliun). Di luar Kingdom Holding, ia juga Mempunyai aset properti yang luas di Arab Saudi, perusahaan hiburan raksasa Rotana, serta Perkiraan kepemilikan saham sebesar 1,5 persen di Snap Inc.

 

2. Hussain Sajwani — USD 15,3 Miliar (Sekeliling Rp273,6 triliun)

Di urutan kedua Eksis Hussain Sajwani dengan kekayaan Rapi sebesar USD 15,3 miliar (Sekeliling Rp273,6 triliun). Ia merupakan pendiri sekaligus chairman dari DAMAC Properties, sebuah perusahaan pengembang properti mewah terkemuka yang berbasis di Dubai. Sajwani mendirikan DAMAC pada tahun 2002 setelah sebelumnya merintis karier di bisnis jasa penyedia makanan (catering).
 
Kesuksesan Sajwani menembus jajaran miliarder papan atas Enggak lepas dari melesatnya pasar properti di Dubai. Forbes mencatat bahwa DAMAC Properties berhasil membukukan rekor penjualan yang fantastis sebesar USD 9,8 miliar (Sekeliling Rp175,3 triliun) pada tahun Lampau.

Menariknya, Sajwani juga sempat menjalin kolaborasi dengan Donald Trump pada tahun 2013 Demi mengembangkan dua lapangan golf Spesial bermerek Trump di Dubai.

 

3. Sulaiman Al Habib — USD 10,2 Miliar (Sekeliling Rp182,4 triliun)

Sulaiman Al Habib menempati peringkat ketiga dengan total kekayaan mencapai USD 10,2 miliar (Sekeliling Rp182,4 triliun). Ia adalah pendiri sekaligus chairman dari Dr. Sulaiman Al Habib Medical Services Group (HMG), salah satu jaringan penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di Riyadh, Arab Saudi.
 
Al Habib sendiri merupakan seorang dokter spesialis anak yang mendirikan HMG pada tahun 1995. Jaringan kesehatan ini kemudian Formal melantai (go public) di Bursa Pengaruh Saudi (Tadawul) pada tahun 2020.

Forbes mencatat bahwa Al Habib menguasai Sekeliling 40 persen saham HMG, yang kini mengoperasikan belasan rumah sakit, klinik medis modern, serta jaringan apotek di Arab Saudi dan UEA.

 

4. Nassef Sawiris — USD 9,6 Miliar (Sekeliling Rp171,7 triliun)

Nassef Sawiris menahbiskan dirinya sebagai miliarder terkaya asal Mesir dalam daftar ini dengan total kekayaan sebesar USD 9,6 miliar (Sekeliling Rp171,7 triliun). Ia merupakan seorang investor Mendunia terkemuka sekaligus Member keluarga Sawiris, dinasti bisnis paling berpengaruh di Mesir. Dua Keluarga kandungnya, Naguib dan Samih Sawiris, juga tercatat sebagai miliarder dunia.

 

Sebagian besar kekayaan Nassef bersumber dari berbagai instrumen investasi strategis di tingkat Mendunia. Forbes mencatat ia memimpin OCI, salah satu produsen pupuk nitrogen terbesar di dunia yang Mempunyai fasilitas produksi di Texas serta Iowa, dan sahamnya tercatat di bursa Euronext Amsterdam.

Selain itu, ia juga memegang Dekat 6 persen saham di raksasa perlengkapan olahraga Adidas, serta menjadi salah satu pemilik klub sepak bola Aliansi Istimewa Inggris, Aston Villa, Berbarengan pengusaha Wes Edens.

 

5. Naguib Sawiris — USD 5,6 Miliar (Sekeliling Rp100,1 triliun)

Abang dari Nassef, yakni Naguib Sawiris, menempati posisi kelima dengan kekayaan Rapi senilai USD 5,6 miliar (Sekeliling Rp100,1 triliun). Namanya sangat lekat dengan industri telekomunikasi Mendunia.

Naguib membangun imperium bisnisnya melalui Orascom Telecom, yang kemudian diakuisisi oleh raksasa telekomunikasi Rusia, VimpelCom (kini bernama Veon), dalam sebuah transaksi bernilai miliaran dolar AS. Pasca-transaksi tersebut, Naguib memperluas lini bisnisnya ke sektor pertambangan emas dan properti mewah.

Forbes melaporkan bahwa ia kini menjabat sebagai executive chairman Orascom Investment Holding dan mengelola portofolio investasi emasnya melalui La Mancha Resource Capital sejak tahun 2012. Pada tahun 2017, ia juga merambah ke sektor real estat dengan mendirikan ORA Developers Holding Limited.



Hussain Sajwani di Young Arab Leaders Lembaga tahun 2025. (Instagram/@hussainsajwani)

 

6. Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani — USD 5,2 Miliar (Sekeliling Rp93 triliun)

Mantan Perdana Menteri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, berada di posisi keenam dengan Perkiraan kekayaan mencapai USD 5,2 miliar (Sekeliling Rp93 triliun). Tokoh berpengaruh ini menjabat sebagai Perdana Menteri Qatar pada periode 2007–2013 dan Menteri Luar Negeri pada periode 1992–2013.
 
Pundi-pundi kekayaan Hamad bin Jassim sebagian besar dikelola melalui berbagai instrumen keuangan dan investasi kelas dunia. Forbes mencatat bahwa melalui entitas Paramount Services Holdings miliknya, ia menguasai 4,5 persen saham di Deutsche Bank, yang sekaligus menjadi kepemilikan saham publik terbesarnya Begitu ini.
 

7. Abdulla Al Futtaim dan Keluarga — USD 4,8 Miliar (Sekeliling Rp85,8 triliun)

Abdulla Al Futtaim Berbarengan keluarganya menempati peringkat ketujuh dengan total kekayaan Rapi mencapai USD 4,8 s/d USD 5 miliar (Sekeliling Rp85,8 triliun hingga Rp89,4 triliun), atau tepatnya berada di Nomor USD 4,8 miliar (Sekeliling Rp85,8 triliun). Ia merupakan pemilik dari Al-Futtaim Group, konglomerasi raksasa asal UEA yang Begitu ini dipimpin oleh putranya, Omar Al Futtaim, selaku vice chairman dan CEO.
 
Al-Futtaim Group Mempunyai Penguasaan yang sangat kuat di sektor otomotif dan ritel di kawasan Teluk. Sejak tahun 1955, grup ini dipercaya menjadi distributor Spesial kendaraan Toyota di UEA dan berhasil mempertahankan hak distribusi tersebut hingga hari ini.

Forbes juga mencatat bahwa Al-Futtaim memegang lisensi Spesial Demi mengoperasikan waralaba Mendunia ternama seperti Hertz, Ikea, Toys “R” Us, dan Marks & Spencer di Area UEA.

 

8. Abdulla bin Ahmad Al Ghurair dan Keluarga — USD 4,5 Miliar (Sekeliling Rp80,5 triliun)

Abdulla bin Ahmad Al Ghurair beserta keluarganya menempati posisi kedelapan dengan kekayaan Rapi senilai USD 4,5 miliar (Sekeliling Rp80,5 triliun). Ia dikenal luas sebagai pendiri Mashreq Bank, salah satu lembaga perbankan swasta terkemuka di UEA yang ia rintis sejak tahun 1967.

 

Di luar sektor perbankan, gurita bisnis keluarga Al Ghurair mencakup sektor pangan, Bangunan, mobilitas, manajemen aset, hingga real estat. Laporan Forbes mencatat bahwa perusahaan Bangunan Punya keluarganya turut andil dalam pengerjaan panel eksterior (cladding) gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, serta proyek pembangunan jalur kereta Dubai Metro.

Pada tahun 2026, grup bisnis ini juga memperluas portofolionya dengan menandatangani perjanjian distribusi Spesial dengan Chery Group Demi memasarkan merek kendaraan Karry di UEA.

 

9. Mohamed Mansour — USD 4 Miliar (Sekeliling Rp71,5 triliun)

Di urutan kesembilan Eksis Mohamed Mansour dengan kekayaan Rapi sebesar USD 4 bahwasanya tercatat sebesar USD 4 miliar (Sekeliling Rp71,5 triliun). Ia memimpin Mansour Group, sebuah konglomerasi bisnis keluarga asal Mesir yang didirikan oleh ayahnya, Loutfy Mansour dan Begitu ini, grup usaha berskala multinasional tersebut mempekerjakan Sekeliling 60.000 karyawan.
 
Mansour sukses membangun bisnis raksasa melalui distribusi otomotif dan alat berat. Forbes mencatat bahwa ia mendirikan jaringan diler Formal General Motors (GM) pertama di Mesir pada tahun 1975, yang kemudian berkembang menjadi salah satu jaringan distributor GM terbesar di dunia.

Selain itu, Mansour Group juga memegang hak distribusi Spesial Demi alat berat Caterpillar di Mesir serta beberapa negara di benua Afrika.

 

10. Najib Mikati — USD 3,8 Miliar (Sekeliling Rp68 triliun)

Najib Mikati menduduki peringkat ke-10 dengan total kekayaan Rapi mencapai USD 3,8 miliar (Sekeliling Rp68 triliun). Ia merupakan salah satu pendiri M1 Group, sebuah firma investasi Mendunia yang berbasis di Beirut, Lebanon.

Najib Berbarengan Keluarga kandungnya, Taha Mikati, merintis bisnis telekomunikasi bernama Investcom pada tahun 1982. Bisnis tersebut awalnya berfokus pada penjualan telepon satelit di tengah berkecamuknya perang Keluarga di Lebanon, sebelum akhirnya berekspansi ke pasar Afrika dengan membangun menara telekomunikasi di Ghana, Liberia, dan Benin.


Pada tahun 2009, raksasa telekomunikasi asal Afrika Selatan, MTN Group, mengakuisisi saham keluarga Mikati di Investcom senilai USD 3,6 miliar (Sekeliling Rp64,4 triliun). Selain dikenal sebagai pebisnis sukses, Najib Mikati juga merupakan tokoh politik Krusial yang menjabat sebagai Perdana Menteri Lebanon hingga Februari 2025.

 

10. Taha Mikati — USD 3,8 Miliar (Sekeliling Rp68 triliun)

Taha Mikati juga menempati peringkat ke-10 dengan kekayaan Rapi yang sama, Merukapan USD 3,8 miliar (Sekeliling Rp68 triliun). Berbarengan dengan saudaranya Najib, ia mendirikan M1 Group yang menjadi motor Istimewa investasi keluarga mereka.

Portofolio investasi M1 Group Begitu ini mencakup kepemilikan saham di MTN Group, peritel fesyen Pepe Jeans, serta deretan properti mewah di Letak-Letak premium dunia seperti New York, London, dan Monako.

 

Sama halnya dengan Najib, fondasi Istimewa kekayaan Taha berasal dari kesuksesan Investcom, perusahaan telekomunikasi yang mereka bangun sejak Dasa warsa 1980-an. Keberanian Pengembangan perusahaan ke benua Afrika terbukti menjadi pilar terpenting dalam menumpuk kekayaan keluarga Mikati sebelum akhirnya kepemilikan saham mereka dilepas kepada MTN.
 
Daftar Forbes Middle East tahun 2026 ini kembali menegaskan Penguasaan tiga kekuatan ekonomi Istimewa—Arab Saudi, UEA, dan Mesir—dalam peta kekayaan para konglomerat di dunia Arab. Arab Saudi memimpin sebagai negara dengan jumlah miliarder terbanyak, Merukapan sebanyak 11 orang dengan total kekayaan kolektif mencapai USD 49 miliar (Sekeliling Rp876,3 triliun).

Sementara itu, UEA menyusul erat di peringkat kedua dengan menyumbangkan 7 miliarder berharta gabungan senilai USD 35,4 miliar (Sekeliling Rp633,1 triliun).