Wapres AS Akan Kunjungi Greenland Pekan Ini, Otonomi Denmark Semakin Tertekan

Wapres AS JD Vance. (EPA-EFE)

Washington: Wakil Presiden Amerika Perkumpulan JD Vance akan mengunjungi pangkalan militer AS di Greenland pada hari Jumat pekan ini, yang semakin menambah tekanan pada Distrik otonomi Denmark tersebut yang Ingin diambil alih oleh Presiden Donald Trump.

Vance, yang telah menjadi salah satu orang kepercayaan Trump dalam masalah kebijakan luar negeri, akan bepergian dengan istrinya, Usha, ke Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di Greenland Demi menerima pengarahan tentang masalah keamanan Arktika dan Berjumpa Personil angkatan AS,” kata kantor Wapres AS pada hari Selasa.

Melansir dari France 24, Rabu, 26 Maret 2025, pengumuman itu muncul beberapa jam setelah Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengkritik rencana kunjungan ibu negara AS ke Greenland — sebelum wakil presiden menyatakan dia akan menemani istrinya — karena memberikan “tekanan yang Tak dapat diterima” pada Distrik tersebut dan Denmark.

Cek Artikel:  Emir Qatar Harapkan Perjanjian Gencatan Senjata Gaza Akhiri Penderitaan Palestina

“Eksis begitu banyak kegembiraan seputar kunjungan Usha ke Greenland hari Jumat ini sehingga saya memutuskan bahwa saya Tak Ingin dia bersenang-senang sendirian, jadi saya akan bergabung dengannya,” kata Vance dalam sebuah video di hari Selasa.

Sejak kembali berkuasa di bulan Januari, Trump bersikeras bahwa ia Ingin Amerika Perkumpulan mengambil alih Greenland Demi tujuan keamanan nasional dan menolak Demi mengesampingkan penggunaan kekuatan.

Dalam pengumuman videonya, Vance mengatakan negara-negara lain berusaha menggunakan Distrik tersebut Demi “mengancam Amerika Perkumpulan, mengancam Kanada, dan, tentu saja, mengancam rakyat Greenland.”

Trump juga baru-baru ini berbicara tentang pencaplokan Kanada, dengan mengatakan bahwa Kanada harus menjadi “negara bagian ke-51” Amerika Perkumpulan.

Cek Artikel:  Ukraina Butuh 200 Ribu Penjaga Perdamaian Demi Gencatan Senjata

“Berbicara atas nama Presiden Trump, kami Ingin menyegarkan kembali keamanan rakyat Greenland,” tambah Vance.

Berkualitas pemimpin AS maupun Denmark telah “mengabaikan Greenland terlalu lelet,” tambahnya. “Kami pikir kami dapat mengambil tindakan ke arah yang berbeda.”

Menurut Perdana Menteri Greenland yang akan lengser, Mute Egede, Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz juga akan mengunjungi Greenland pekan ini, sementara media AS telah melaporkan bahwa Menteri Daya Chris Wright juga akan berkunjung ke sana.

Pengumuman perjalanan Usha Vance pada hari Senin Membangun marah politisi Denmark dan Greenland.

“Anda Tak dapat mengatur kunjungan pribadi dengan perwakilan Formal negara lain,” kata Frederiksen kepada wartawan.

Kunjungan tersebut dilakukan Demi terjadinya gejolak politik di Greenland, di mana partai-partai politik Lagi bernegosiasi Demi membentuk pemerintahan koalisi baru setelah pemilihan Lumrah pada 11 Maret.

Cek Artikel:  Yoon Suk Yeol Didakwa atas Tuduhan Pemberontakan Krisis Politik Terburuk Korea Selatan

Baca juga:  Istri Wapres AS Akan Kunjungi Greenland ketika Trump Bicara Soal Pengambilalihan

Mungkin Anda Menyukai