Viral ‘Main Game Sembari Merokok Demi Rapat’ Bikin DPRD Jember Introspeksi

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Viral video Personil DPRD Jember bermain game Sembari merokok Demi rapat menuai sorotan publik.
  • Ketua Komisi B DPRD Jember menilai seluruh Personil dewan ikut terdampak Gambaran Enggak baik akibat kejadian tersebut.
  • Sekretaris Komisi D mengaku Enggak mengetahui adanya aktivitas bermain game karena Pusat perhatian memimpin rapat.
  • Pimpinan DPRD Jember meminta seluruh Personil lebih menjaga etika dan meningkatkan kinerja legislatif.

Jember (Liputanindo.id) – Viralnya aksi politisi Partai Gerindra Achmad Syahri Assidiqi yang bermain game Sembari merokok Demi rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5/2026), memicu introspeksi internal di lingkungan parlemen daerah tersebut.

Sorotan publik terhadap perilaku Personil dewan itu dinilai memperburuk Gambaran DPRD Jember di mata masyarakat. Sejumlah pimpinan dan Personil dewan pun angkat bicara serta meminta seluruh legislator menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan Penilaian Serempak.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan insiden itu Sebaiknya dapat dicegah apabila sesama Personil Komisi D saling mengingatkan selama rapat berlangsung.

“Sebaiknya ketika di komisi saling mengingatkan, Kolega-Kolega. Yang sekarang menjadi jeleknya 50 orang Personil DPRD Jember, bukan hanya Komisi D,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Candra, Akibat viralnya video tersebut Enggak hanya menyasar individu yang bersangkutan, tetapi turut menyeret Gambaran seluruh Personil DPRD Jember.

“Kalau begini, Sekalian disalahkan,” keluhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, yang memimpin jalannya rapat Demi kejadian berlangsung, mengaku Enggak mengetahui adanya aktivitas bermain game yang dilakukan Achmad Syahri.

Ia menegaskan fokusnya Demi itu tertuju pada materi rapat sehingga Enggak mungkin memantau seluruh aktivitas Personil satu per satu.

“Waktu itu kan memang Pusat perhatian saya Eksis pada materi rapat. Jadi Enggak mungkin sebagai pimpinan rapat saya harus Menonton Personil satu demi satu sedang ngapain,” katanya.

Indi mengaku sempat mengira Personil dewan sedang membuka data atau Berkas yang telah dibagikan melalui grup WhatsApp.

“Saya kira membuka data, Enggak main game,” ujarnya.

Meski demikian, Indi berharap polemik tersebut menjadi momentum introspeksi bagi seluruh Personil DPRD Jember agar lebih menjaga etika dan sikap dalam Lembaga Formal.

“Bukan hanya yang bersangkutan, tapi termasuk saya dan juga Kolega-Kolega yang lain, bahwa Personil DPRD memang harus menjaga sikap, terutama dalam kegiatan rapat,” katanya.

Ia juga menilai kritik dari masyarakat maupun wartawan harus diterima secara terbuka sebagai bentuk pengawasan publik terhadap lembaga legislatif.

“Namanya juga belajar, Insan kadang-kadang Eksis hal yang luput,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh Personil parlemen lebih mawas diri dan meningkatkan produktivitas kerja agar perhatian publik kembali tertuju pada kinerja legislatif, bukan perilaku kontroversial.

“Ini peringatan buat kita Serempak agar kita ke depan lebih mawa diri dan lebih produktif, lebih Berkualitas dalam menjaga Rekanan dengan siapapun,” katanya.

Widarto menekankan tiga fungsi Penting DPRD Jember, yakni penganggaran, legislasi, dan pengawasan, harus dijalankan secara maksimal dan serius.

“Kalau itu lebih menonjol saya Tentu bukan game yang akan dicek, bukan rokok. Tapi kalau kemudian kinerja pengawasannya minim, budgeting-nya minim, legislasinya minim, akhirnya yang disorot yang aneh-aneh,” katanya. [wir/beq]