Presiden AS Donald Trump. (EFE)
Washington: Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump mengumumkan bahwa mulai Senin waktu Timur Tengah, AS akan mengawal kapal-kapal asing Independen keluar dengan Terjamin dari Selat Hormuz melalui operasi yang diberi nama “Project Freedom.”
Trump menyebut langkah tersebut sebagai “gestur kemanusiaan” bagi negara-negara yang terjebak dalam konflik tanpa keterlibatan langsung. Ia mengklaim bahwa sejumlah negara telah meminta Sokongan Washington setelah kapal mereka terperangkap di jalur pelayaran strategis tersebut.
AS, kata Trump, akan menggunakan “upaya terbaik” Demi memandu kapal dan awaknya keluar dari Selat Hormuz hingga kawasan kembali Terjamin.
Ia menambahkan banyak kapal yang terjebak mulai mengalami kekurangan logistik Krusial, termasuk makanan dan kebutuhan dasar kru.
“Pergerakan kapal ini semata-mata bertujuan membebaskan individu, perusahaan, dan negara-negara yang Kagak melakukan kesalahan apa pun,” ujar Trump, dikutip dari media Anadolu Agency, Senin, 4 Mei 2026.
Trump juga memperingatkan bahwa setiap upaya mengganggu operasi kemanusiaan tersebut akan ditanggapi secara tegas.
Di Demi yang sama, ia mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran Lagi berlangsung dan dinilai cukup positif, meski proposal perdamaian terbaru Tehran disebut belum dapat diterima.
Utusan Spesifik AS Steve Witkoff mengonfirmasi bahwa komunikasi diplomatik tetap berjalan.
Iran sebelumnya menyerahkan proposal perdamaian 14 poin melalui Perantara Pakistan, sementara Washington juga dikabarkan telah mengajukan draf revisi terbaru.
Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial perdagangan Kekuatan Dunia, sehingga inisiatif baru AS berpotensi membawa Dampak besar terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi Global.
Baca juga: Iran Kecam Trump atas Pernyataan ‘Bajak Laut’ terkait Penyitaan Kapal
