Tren Pariwisata dan Ritel Dorong Pertumbuhan Transaksi Digital

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Jakarta: Bulan Ramadan, yang identik dengan semangat berbagi dan beribadah, menandai periode peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia.

Visa, perusahaan pembayaran digital Mendunia, merilis laporan ‘Ramadan Insights’ yang mengungkap tren transaksi digital selama bulan Bersih ini. Dalam laporan ini, Visa mengungkap bagaimana kebiasaan belanja masyarakat Indonesia berubah dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Laporan tersebut menunjukkan sektor pariwisata, khususnya perjalanan melalui agen perjalanan daring (OTA), menjadi pendorong Esensial pertumbuhan transaksi selama Ramadan. Hal ini mencerminkan kecenderungan masyarakat yang semakin memanfaatkan solusi digital dan e-commerce dalam memenuhi kebutuhan mereka.

“Data kami menunjukkan lonjakan transaksi pembayaran yang signifikan selama Ramadan 2024, mencapai 80 persen, dengan sektor perjalanan mendominasi jumlah transaksi. Hal ini menunjukkan Ramadan bukan hanya momen perayaan, tetapi juga periode Krusial bagi bisnis Buat memanfaatkan Kesempatan dan  menyesuaikan diri dengan tren digital yang Lanjut berkembang,” ungkap Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari dalam laporan tersebut, dikutip Minggu, 23 Maret 2025.

Cek Artikel:  Pesan Menkeu ke BRI Tembusi 29,2 Juta UMKM yang Belum Punyai Akses Pembiayaan

Laporan ‘Ramadan Insights’ juga menyoroti peningkatan signifikan dalam transaksi perjalanan domestik dan Dunia selama Ramadan. Pengeluaran Buat mudik dan liburan meningkat, dengan daerah-daerah seperti Aceh, Yogyakarta, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Jambi, dan Riau mencatatkan kenaikan transaksi hingga 46 persen selama Ramadan. Bali, sebagai destinasi wisata Terkenal, juga mencatatkan pertumbuhan positif setelah Ramadan, menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Di sektor ritel, transaksi offline mengalami pertumbuhan hingga 35 persen (yoy), terutama Buat department store yang menyediakan kebutuhan Lebaran seperti fesyen, makanan, dan perlengkapan rumah tangga. Tren ini menunjukkan bahwa pengalaman belanja langsung di toko tetap diminati, meskipun e-commerce Lanjut berkembang.

Cek Artikel:  Tarif Tol Solo-Ngawi Naik Mulai 17 September 2023

Pertumbuhan transaksi di platform e-commerce sebelum Ramadan juga tercatat mencapai 40 persen, didorong oleh peningkatan pembelian produk fesyen dan elektronik. Hal ini menunjukkan masyarakat semakin beradaptasi dengan Langkah berbelanja yang praktis dan efisien.
 


(Penjual takjil di Pasar Benhil. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto)
 

Strategi dorong transaksi bagi pebisnis

Buat memaksimalkan pertumbuhan ekonomi selama Ramadan, terutama di minggu terakhir menjelang Idulfitri, Visa menyarankan pelaku bisnis Buat menerapkan strategi berikut:

– Institusi keuangan
Mengembangkan solusi pembayaran digital dengan penawaran cashback dan Insentif transaksi lintas negara.

E-commerce dan ritel
Meluncurkan kampanye flash sale dan promo Tertentu Buat menarik pembeli.

– Sektor perjalanan dan perhotelan
Menawarkan paket perjalanan Tertentu Buat wisatawan domestik dan mancanegara.

Cek Artikel:  Bos OJK 'Deg-degan' Aktivitas Ekonomi Dunia Lanjut Melemah

Visa berkomitmen Buat Lanjut berinovasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan  mengembangkan solusi pembayaran yang inovatif dan adaptif.

“Kami percaya ekonomi yang inklusif akan mengangkat Seluruh orang, dan akses merupakan dasar bagi pergerakan Dana di masa depan,” tutup Vira. (Laura Oktaviani Sibarani)

Mungkin Anda Menyukai