Tottenham Hotspur Begitu ini Betul-Betul membawa kegilaan di bursa transfer ke tingkat yang paling ekstrem

Sandro Tonali Bruno Guimaraes Newcastle 2025-26

Kepindahan Paul van Hecke ke London Utara juga sejalan dengan gambaran ini. Berbarengan Robertson, yang bergabung dari Liverpool tanpa biaya transfer, Tottenham pun berhasil membentuk poros baru yang nyaris sepenuhnya baru dalam waktu beberapa minggu saja.

Setelah musim Lampau yang mengecewakan, di mana Tottenham Lamban berjuang menghindari degradasi, di Dasar asuhan Instruktur Roberto De Zerbi, tim ini diharapkan Dapat memulai babak baru. Instruktur asal Italia itu secara sadar mendesak perekrutan Pagi agar timnya sudah Dapat bermain kompak sejak masa pramusim.

Di Inggris, perkembangan ini sama sekali Bukan dipandang secara kritis. Ahli Sky, Jamie Carragher, bahkan secara tegas menyambut Berkualitas langkah ini. “Saya suka apa yang dilakukan Spurs, dan saya suka apa yang dilakukan De Zerbi,” katanya.

Selama bertahun-tahun, Tottenham sering menunda urusan transfer hingga akhir periode bursa transfer. Kini, klub tersebut mengambil langkah sebaliknya dan memberikan kepastian perencanaan sedini mungkin kepada Instruktur, demikian menurut Carragher.

Dari segi olahraga, strategi ini tampak masuk Intelek. Tetapi, secara finansial, hal ini Dapat Mempunyai konsekuensi yang luas. Pasalnya, setiap transfer sedikit banyak memengaruhi pasar.

Mantan pemain tim nasional Gary Neville pun Bukan hanya menyoroti pengeluaran Tottenham, tetapi juga pendapatan dari penjualan pemain klub-klub Aliansi Premier lainnya. “Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa Tottenham sangat ambisius. Tetapi, tahukah kalian apa yang sangat menarik perhatian saya? Newcastle. 130 juta poundsterling Demi Isak. 69 juta poundsterling Demi Gordon. 100 juta poundsterling Demi Tonali.” Yang ia maksud adalah pendapatan yang berhasil dihasilkan Newcastle selama dua musim panas terakhir dari penjualan para pemainnya.