Top 5 Ekonomi: Wall Street Boncos hingga Trump ‘Getok’ Tarif Impor ke 60 Kenalan Dagang

Ilustrasi perdagangan saham di New York Stock Exchange. Foto: Xinhua/Liu Yanan.


Jakarta: Sejumlah Informasi ekonomi pada Jumat, 24 Juli 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Liputanindo.id. Informasi itu mulai dari Wall Street boncos gegara saham Alphabet dan Tesla jeblok hingga Argumen Trump ‘getok’ tarif impor ke 60 Kenalan dagang Penting AS.

Berikut rangkuman Informasi selengkapnya:

1. Wall Street Boncos Gegara Saham Alphabet dan Tesla Jeblok

Bursa saham Amerika Perkumpulan (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah saham Alphabet dan Tesla mengalami tekanan tajam. Di Demi yang sama, lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD100 per barel akibat konflik di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi dan Bangsa Merekah.

Baca Informasi selengkapnya di sini.

2. Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Banyak Hari Ini, Cek Selengkapnya

Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, kompak mengalami penurunan pada setiap jenisnya. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman Formal Pegadaian.

Baca Informasi selengkapnya di sini.

3. Cek Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini, dari AMMN hingga INTP

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan signifikan setelah pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, IHSG berada di posisi 6.266,975.

Baca Informasi selengkapnya di sini.

 

4. Harga Emas Jeblok 2% di Tengah Keperkasaan Dolar dan Minyak

Harga emas dunia ditutup melemah Sekeliling dua persen pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada sesi sebelumnya.

Baca Informasi selengkapnya di sini.

5. Ini Argumen Trump ‘Getok’ Tarif Impor ke 60 Kenalan Dagang Penting AS

Pemerintahan Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif baru terhadap 60 Kenalan dagang Penting yang mencakup Dekat seluruh impor AS. Kebijakan tersebut diterapkan karena negara-negara tersebut dinilai belum efektif mengatasi praktik produksi barang yang menggunakan kerja paksa.

Baca Informasi selengkapnya di sini.