Liputanindo.id – Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andhika Respati Sp.KO menjelaskan bahwa perjalanan mudik yang cukup panjang Dapat Membangun kaki menjadi bengkak.
“Kaki bengkak ini sebenarnya karena sirkulasi (darah)-nya yang tertahan. Yang Membangun bengkak itu karena cairan dari pembuluh darah itu berkumpul di kaki,” kata Andhika, Sabtu (29/3/2025).
Andhika bilang Begitu seseorang duduk dengan durasi Pelan, betis mengalami kondisi yang cukup Tetap. Pada pemudik, kondisi ini banyak terjadi pada para penumpang, sementara yang bertugas menyetir Tetap mendapatkan sedikit gerakan karena memainkan gas, rem dan kopling.
“Makanya kenapa Kepada Dapat Membangun darah itu kembali berputar ke jantung, itu diperlukan kontraksi yang cukup terjaga dari otot-otot betis,” kata dokter yang menamatkan pendidikannya di Universitas Indonesia itu.
Sebagai bentuk pencegahan, Andhika menganjurkan masyarakat yang mudik Kepada berhenti setiap satu Tiba dua jam sekali Kepada Terbangun dari duduk dan melakukan peregangan tubuh.
Masyarakat juga Dapat Membangun tubuh jadi rileks kembali dengan sekadar berjalan kaki di tempat pemberhentian.
“Tapi kalau mudik setiap satu atau dua jam harus berhenti kan agak “PR” ya, jadi memang disarankan maksimal itu empat jam (sekali berhenti). Jadi kalau kita Menyaksikan juga imbauan pemerintah juga kan setiap empat jam sekali harus istirahat sebenarnya,” ujar Andhika.
Dalam kesempatan itu, Andhika mengingatkan sangat Krusial Kepada melakukan peregangan karena darah membutuhkan Maju membutuhkan sirkulasi, sehingga dapat teralirkan dengan Berkualitas ke setiap organ-organ dalam tubuh.
“Karena Kepada mengalirkan darah kan perlu gerakan yang sifatnya Elastis ya, seperti berjalan kaki,” kata dia.