
HOT flashes adalah sensasi panas pada tubuh yang tiba-tiba, berkeringat, dan Tak nyaman. Gejala ini kerap terjadi ketika Perempuan memasuki masa menopause dan premenopause.
Hot flashes pada tiap Perempuan Mempunyai pengaruh yang berbeda. Sejumlah Perempuan hanya mengalami gejala ringan yang Tak mengganggu hingga mungkin mereka Tak menyadari Terdapat gejala tersebut. Tetapi, sebagian Perempuan mengalami gejala hot flashes yang cukup parah hingga merasa Tak nyaman dan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Begitu ini, terdapat beberapa Langkah mengatasi hot flashes agar para Perempuan dapat menjalani masa menopause dan premenopause berlangsung dengan Fasih.
Gejala hot flashes
Ketika gejala hot flashes muncul, tubuh Pandai terasa panas tiba-tiba dan terkadang Persona Tiba memerah dan berkeringat. Hingga kini, penyebab hot flashes belum diketahui secara Niscaya, tapi gejala tersebut diduga berkaitan dengan menurunnya kadar estrogen dan perubahan di area otak yang mengontrol suhu tubuh.
Begitu hot flashes terjadi, pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan melebar Kepada mendinginkan tubuh sehingga memicu Kepada berkeringat. Beberapa Perempuan juga mengalami detak jantung yang Segera atau kedinginan. Ketika itu terjadi Begitu tidur, hal itu disebut keringat malam. Gejala tersebut Pandai membangunkanmu, sehingga Anda mungkin sulit Kepada mendapatkan istirahat yang cukup.
Ini Langkah Kepada mengatasi hot flashes:
-
Perubahan gaya hidup
Lakukan perubahan gaya hidup. Bila gejala menopause tersebut Membikin sulit tidur di malam hari, turunkan suhu di Bilik tidur, dan cobalah minum sedikit air dingin sebelum tidur. Anda juga Pandai menggunakan selimut yang tipis dan nyalakan kipas angin.
Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup lain yang Pandai dilakukan Kepada mengatasi hot flashes:
– Kenakanlah Pakaian yang tipis dan menyerap keringat .
– Bawalah kipas portable Kepada mendinginkan tubuh Begitu hot flashes menyerang.
– Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, dan kafein. Makanan dan minuman tersebut Pandai memperburuk gejala menopause.
– Berhenti merokok. Tak hanya Kepada mengatasi hot flashes, berhenti merokok juga Berkualitas Kepada kesehatan secara keseluruhan.
– Jaga berat badan ideal. Perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas mungkin mengalami hot flash yang lebih sering dan parah. -
Obat non hormonal
Bila perubahan gaya hidup Tak mempan Kepada memperbaiki gejalanya, Langkah mengatasi hot flash lainnya adalah dengan menggunakan obat non hormonal. Obat jenis ini Pandai menjadi pilihan alternatif bagi Perempuan yang Tak Pandai mengonsumsi obat hormon, karena Dalih kesehatan atau bila khawatir mengenai potensi risikonya.
Paroxetine, antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) adalah obat non hormonal satu-satunya yang disetujui oleh Food and Drug Administration Amerika Perkumpulan.
Antidepresan dapat dikonsumsi dalam dosis yang lebih rendah. Agar lebih Terjamin, konsultasikan pada dokter mengenai obat dan dosis yang Pas Kepada mengatasi hot flashes dan Pengaruh samping yang mungkin timbul.
-
Obat hormonal
Selain obat non hormonal, Langkah mengatasi hot flash juga Pandai menggunakan obat hormonal. Estrogen adalah hormon Primer yang digunakan Kepada mengurangi hot flashes. Kebanyakan Perempuan yang sudah menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) Pandai mengambil estrogen saja.
Tetapi, bila sistem reproduksi Tetap normal, maka konsumi progesteron dengan estrogen Kepada melindungi terhadap kanker lapisan rahim (kanker endometrium).
Terapi hormon adalah pengobatan yang sangat efektif Kepada hot flashes pada Perempuan yang Pandai menggunakannya. Obat ini juga Pandai membantu mengatasi gejala menopause lainnya, seperti kekeringan pada vagina, gangguan suasana hati, dan juga menjaga kepadatan tulang. Perawatan hormon atau kadang-kadang disebut terapi hormon menopause Pandai berbentuk pil, patch, cincin, implan, gel, atau krim.
Penggunaan obat hormonal sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter Kepada mencegah risiko kesehatan yang lebih lanjut. (H-2)