Tiga Museum dan Cagar Budaya Favorit untuk Ajak Anak Liburan

MOMEN libur sekolah menjadi momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sekaligus mengajak anak untuk belajar di luar ruang. Berikut tiga rekomendasi museum dan cagar budaya yang dapat dikunjungi untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.

  • Candi Borobudur

    Candi Borobudur, sebuah ikon pariwisata Indonesia yang megah, menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, candi ini menawarkan pengalaman wisata edukatif dan rekreasi yang tak tertandingi, terutama selama libur Lebaran. 

    Baca juga : Taman Margasatwa Ragunan Tetap Buka, Ini Daftar Destinasi Wisata saat Libur Idul Adha

    Selain menjadi latar belakang untuk menikmati keindahan arsitektur kuno, pengunjung juga dapat mengeksplorasi kawasan sekitar Borobudur yang indah. Diapit oleh Gunung Merapi dan Merbabu di timur, serta Gunung Sindoro dan Sumbing di utara, serta Bukit Menoreh di selatan, Borobudur memiliki lokasi yang memukau secara geografis.

    Pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Dunia pada tahun 1991 menegaskan pentingnya Candi Borobudur sebagai situs bersejarah dan budaya yang penting bagi umat manusia. Dengan memenuhi tiga kriteria Safiri Universal Luar Lumrah (OUV), yaitu keunikan, keaslian, dan keberlanjutan, Borobudur telah menjadi perwakilan yang luar biasa dari kekayaan budaya Indonesia. 

    Cek Artikel:  Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dan Menyenangkan, ZAP Clinic Raih Predikat Great Place to Work 2024-2025

    Mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya memberikan pengalaman yang memukau secara visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk terhubung dengan sejarah dan warisan budaya yang kaya, menjadikannya sebagai destinasi wisata yang sempurna untuk seluruh keluarga.

    Baca juga : Nomor Wisatawan ke Candi Borobudur Ditargetkan Naik 5% Selama Libur Lebaran

  • Museum Batik Indonesia

    Liburan tak harus jauh dan mahal. Anda bisa mengajak anak ke Taman Mini Indonesia Indah dan meluangkan waktu mengunjungi Museum Batik Indonesia.

    Museum ini menyuguhkan pameran yang mengagumkan tentang kekayaan budaya batik Indonesia, menarik minat para pecinta seni dan budaya. 

    Baca juga : 3 Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta, Cocok untuk Liburan dengan Keluarga

    Memasuki ruangan, terdapat replika sertifikat UNESCO mengenai penetapan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Sertifikat aslinya ditandatangani pada 30 September 200

    Cek Artikel:  Aktif Bergerak Halau Hipertensi

    Musem Batik menjadi pusat pelestarian batik yang terkemuka dan menjadi wadah yang penting dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal maupun internasional. 

    Anak bisa mengenal motif-motif batik yang kaya, dan sejarah di balik pembuatannya. Selama libur Museum Batik Indonesia akan tetap beroperasi reguler pada hari Selasa sampai Minggu.

    Baca juga : Borobudur Siap Sambut Wisatawan saat Liburan Akhir Mengertin

  • Museum Orang Purba Sangiran

    Berkunjung ke Museum Orang Purba Sangiran adalah sebuah pengalaman yang memikat, mengingat museum ini adalah penjaga warisan prasejarah yang tak ternilai dari situs arkeologi Sangiran, yang dianggap salah satu situs terpenting untuk penemuan fosil manusia purba. 

    Artefak yang dipamerkan di museum ini bukan hanya merupakan yang tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bisu evolusi manusia dan kehidupan di zaman prasejarah. 

    Sebagai sebuah situs warisan dunia UNESCO di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, museum ini memungkinkan pengunjung untuk secara langsung menyaksikan replika Homo erectus Sangiran 17 (S-17), sebuah fosil Homo erectus unik yang dikenal sebagai satu-satunya fosil di Asia yang masih memiliki “wajah” saat pertama kali ditemukan.

    Cek Artikel:  Orangtua, Ini Tanda-Tanda Anak Korban Perundungan

    Pengunjung dapat memulai perjalanan destinasi wisata sejarah manusia purba dari mengunjungi Museum Orang Purba dari Klaster Krikilan sebagai titik awal, yang merangkum keseluruhan narasi museum dan memperkenalkan pengunjung kepada Homo erectus Sangiran, kemudian berlanjut ke Klaster ke Ngebung, Kitabran, Manyarejo, dan Dayu, setiap klaster menyajikan bagian dari puzzle besar evolusi manusia. 

    Melalui fosil dan artefak yang dipamerkan, pengunjung diundang untuk memahami kisah-kisah tentang bagaimana nenek moyang kita beradaptasi, berkembang, dan berinteraksi dalam lingkungan mereka. 

    Kunjungan ke destinasi ini bukan sekadar liburan, tapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dengan menyelami kekayaan budaya dan arkeologi yang luar biasa, liburan Lebaran tahun ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh keluarga. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Indonesia dan merayakan masa liburan bersama keluarga terkasih. (H-2)

  • Mungkin Anda Menyukai