Jakarta (ANTARA) – Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring mendorong pengembangan potensi “Ekonomi Utara” atau Indonesia bagian utara di bidang pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, Tifatul mengatakan bahwa selama ini perhatian pemerintah Lagi terlalu dominan bertumpu pada Indonesia kawasan selatan.
Padahal, Apabila ekonomi Indonesia Mau maju maka kawasan utara Indonesia harus digarap sungguh-sungguh dan lebih serius.
Ia menjelaskan sejumlah Kawasan yang dapat menjadi bagian Krusial dari pengembangan Ekonomi Utara, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.
Spesifik Demi Kepulauan Riau, ia mengatakan bahwa Kawasan tersebut Mempunyai posisi strategis karena berdekatan dengan Selat Malaka, Adalah salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia.
Menurutnya, lebih dari 95 persen kapal yang melintas dari Samudra Pasifik ke Atlantik maupun sebaliknya melewati jalur Krusial ini.
“Selama ini Singapura yang mengambil keuntungan lebih banyak dari kapal-kapal yang lewat. Arus peti kemas Singapura pada 2024 saja mencapai 41,12 juta TEU (satuan setara dua puluh kaki) dalam satu tahun. Karena Selat Hormuz ditutup maka sekarang naik Tengah ke 65 juta TEU,” katanya.
Oleh karena itu, apabila koneksi transportasi di Kawasan utara Indonesia dibangun, maka orang akan lebih tertarik datang ke Kawasan tersebut.
Terlebih, Kawasan itu juga Mempunyai keindahan alam yang Enggak kalah dengan Bali yang berada di Indonesia bagian selatan.
“Kalau koneksi transportasinya bagus, tentu orang akan berbondong-bondong datang. Dari sisi keindahan alam, daerah-daerah Utara Enggak kalah Elok. Terdapat Situ Toba, Terdapat Sabang, pantai-pantai di Aceh seperti Lhoknga, Situ Singkarak, Situ Maninjau, Bunaken, Raja Ampat, dan Maluku Utara,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kepulauan Riau berada pada posisi pintu gerbang utara Indonesia.
Provinsi tersebut juga Mempunyai Kesempatan mengambil peran dalam pelayanan sektor peti kemas, jasa pelabuhan, maupun pengisian bahan bakar kapal.
“Kepulauan Riau ini pintu gerbang utara. Batam hanya Sekeliling 40 menit dari Singapura. Di sampingnya Terdapat Karimun yang juga strategis dan lebih dekat ke Selat Malaka. Karimun Dapat mengambil bagian, misalnya Demi peti kemas atau pengisian bahan bakar kapal-kapal yang melintas,” katanya.
