liputanindo.com -Sat Kita Ngerem dengan Rem depan dengan Keras, maka akan terjadi fenomena dimana suspensi depan akan tertekan seakan akan Suspensinya ‘ tenggelam ‘, variabel seberapa ‘tenggelam’nya suspensi akan bergantung beberapa Hal seperti desain CoG dari Motor, kerasnya pengereman dan tentunya desain dari suspensinya itu sendiri. . . . Nah ini lah yang dimaksud dengan ‘Dive Suspension’ . . dan fenomena ini telah dilakukan berbagai Langkah Buat Menanggulanginya selama beberapa Sepuluh tahun. Suzuki ANDF (Anti Nose Dive Forks), Kawasaki AVDS (Automatic Variable Damping System) dan Honda TRAC (Torque Reactive Anti-dive Control) adalah beberapa teknologi yang selama ini digunakan Buat menanggulangi fenomena ini. Tetapi Umumnya dari sistem sistem di atas menggunakan Fluida Tengah di dalam sistem hidrolik Suspensi yang pada dasarnya akan Membikin Suspensi menjadi lebih keras Spesifik ketika memperoleh beban pengereman yang kuat.
Nah Di Artikel ini kita akan mengupas penemuan yang dilakukan Aprilia mengenai Anti Dive suspension Tetapi dengan pendekatan tanpa menggunakan fluida hidrolik di dalam suspensi . . . Mereka Guna sistem link mekanik yang ditempatkan di luar suspensi. Gambarnya seperti di atas . . Bagaimana Kerjanya ?
Via Bike Social diketahui bahwa Sistem pengeremannya menggunakan Kaliper radial Yang mounting braketnya (56) Tak permanen, Jadi Bisa Ikut Mutar searah dengan putaran Roda ban dengan poros tetap berada di poros AS dari Roda. ketika Kita melakukan pengereman maka Braket akan berusaha bergerak rotasi searah dengan rotasi dari roda. Dan Putaran ini tentu akan memberikan Gaya Yang akan menekan ke ‘link’ yang bagian atasnya diklem ke Fork (73) .
Dari sini sudah terlihat bahwa Gaya Yang menekan Link (73) berlawanan dengan arah tekanan dari pengereman Yang dapat Membikin Suspensi tenggelam/ Dive. Tetapi Aprilia Tak berhenti Tiba se-sederhana itu saja sob. Mereka Membikin Sebuah ‘Linkage’ yang Bisa memvariasikan besarnya ‘ gaya anti dive ‘ bergantung pada kerasnya pengereman.
Jadi antara Braket Kaliper(56) dan Batang Link (73) Terdapat semacam ‘ extra Link ‘ berlabel 68 Yang Mempunyai semacam jalur Parit dengan bentuk Meng-kurva ( Corak Kuning ) Di mana di dalamnya Terdapat Sebuah Roller ( 80,84) yang akan bergerak di dalam ‘ parit ‘ tersebut. Nah Bentuk dan desain kurva dari Parit tersebutlah yang akan memvariasikan gaya ‘ anti dive ‘ lanjutan . . Jadi artinya Pengaruh dive awal pengereman ( initial Brake) berbeda dengan Begitu pengereman keras (Full Press ) ini lah cerdasnya Sistem Anti dive yang didesain Oleh Aprilia ini ini. Buat Animasinya silahkan simak Gambar animasi berikut ini . .
Grafik hasil nya adalah sebagai berikut
Yap dari Grafik tersebut X adalah Jarak ‘ dive ‘ dari suspensi smeentara Y adalah Sumbu persentasi dengan Pengaruh anti dive. Idenya adalah ketika awal pengereman di Straight dimana hadir Grip Maksimum maka anti Dive akan sangat diperlukan Buat kestabilan. Maka sobat Bisa lihat Nomor Pengaruh dari anti dive sangat besar Bisa mencapai 27% . .
Tetapi Nomor ini berkurang perlahan sesuai dengan bentuk jalur parit tempat roller bergerak Tiba saatnya pada Full Brake dimana suspensi lebih dalam’ tenggelam’ Maka Afek dari anti Dive dikurangi karena biasannya Begitu berada posisi ini adalah lebih Krusial bentuk kontur dari Track yang biasannya bumpy di-absorbsi/ diredam Oleh suspensi dan Buat Bisa efektif meredam maka Pengaruh anti dive nya dikurangi atau bahkan dihilangkan . . simply smart . . . terlihat pada patent, sistem ini diaplikasikan pada suspensi entah RS-GP MotoGP atau Superbike . . Tetapi sepertinya Model Mekanis begini liputanindo pikir Bisa lolos Buat dipakai Di MotoGP.
Taufik of BuitenZorg