Tanpa Pembenahan, Jakarta Terancam Krisis Air Kudus pada 2036

Tanpa Pembenahan, Jakarta Terancam Krisis Air Bersih pada 2036
Pengerjaan jaringan pipa air bersih di lingkungan RW 01, Kamal Muara, Jakarta, Selasa (23/8/2022).(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah mempercepat penyediaan air bersih dan air minum perpipaan 100% pada 2030.

Beberapa titik di jalan Ibu Kota masih dilakukan penggalian terhadap jaringan pipa baru yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) maupun yang dilakukan Perusahaan Punya Daerah (Perumda) PAM Jaya.

Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono meminta maaf kepada seluruh warga yang terjebak kemacetan karena adanya galian perpipaan air bersih di jalan raya.

Baca juga : Laras Asri Resort & Spa Salatiga Donasi Air Kudus kepada Desa Bendosari yang Terkena Akibat Kekeringan 

Baca juga: Penyedotan Air Tanah secara Berlebihan Lanjut Terjadi, Depok …

Cek Artikel:  Polisi Ungkap Penyebab KDRT yang Menimpa Selebgram Cut Intan Nabila

“Terdapat beberapa titik lokasi lokasi yang akan dilakukan pengembangan penggalian terhadap jaringan pipa sepanjang kurang lebih 3000 kilometer untuk memperbaiki semua jaringan pipa sehingga kami harus berbenah, jika tidak maka 2036 DKI akan rawan terhadap air bersih,” ujarnya dalam sambutan acara Jakarta Investment Award (JIA) Pahamn 2024 di Rafles Hotel, Jakarta Selatan dikutip Kamis (1/8/2024).

Menurut Heru, keputusannya untuk mengejar target pemenuhan air bersih dan minum di Jakarta merupakan kebijakan yang tidak populis, karena menimbulkan kemacetan baru pada sejumlah titik di Jakarta.

Baca juga : Laras Asri Resort & Spa Salatiga Salurkan 4.000 Liter Air Kudus untuk Anggota Desa Njelarem

“Maka dari itu keputusan ini adalah keputusan tidak populis karena ada beberapa titik lokasi yang macet,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Republik Indonesia itu.

Cek Artikel:  Polda Metro Usut Laporan Stafsus Ketum Kadin Arsjad Rasjid soal Dugaan Pengeroyokan

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik demi keberlangsungan daerah Jakarta dalam memberikan mengatasi kerawanan air bersih ke depan,” imbuh Heru.

Sebelumnya, Direktur Primer Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya bekerja ekstra untuk mengejar target cakupan layanan 100% dengan terus meningkatkan pelayanan serta mengurangi angka kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang berada di kisaran 45% saat ini.

Baca juga : Lima Kecamatan di Depok Krisis Air Kudus PDAM Tirta Asasta Gelar Salat Minta Hujan

Baca juga: Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Best Bank 2024 Jakarta

Arief menyampaikan, PAM Jaya harus membangun sambungan baru perpipaan sepanjang 7.000 kilometer dan menambah jumlah produksi air bersih untuk penambahan cakupan layanan 35%.

Cek Artikel:  Polisi Ungkap Tak Eksis Luka maupun Patah Tulang pada Tujuh Jenazah di Kali Bekasi

“PAM Jaya punya target membangun 77.000 sambungan baru tahun 2024 untuk warga Jakarta yang belum terjangkau layanan. Buat itu kami mohon maaf dan pengertian masyarakat apabila pekerjaan ini menimbulkan kemacetan di beberapa kawasan,” tandas Arief. (Far/P-3)

Mungkin Anda Menyukai