
MENGONSUMSI makanan ultra-proses dikaitkan dengan risiko Mortalitas yang lebih tinggi atau memperpendek umur yakni produk berbasis daging, unggas, dan makanan laut siap saji, minuman manis, makanan penutup berbahan dasar susu, dan makanan sarapan yang menunjukkan kolerasi erat. Demikian diungkap sebuah studi di Amerika Perkumpulan selama 30 tahun yang diterbitkan dalam The BMJ pada hari Rabu (19/2).
Dilansir dari The Hindustan Times, para peneliti menambahkan bahwa Tak Sekalian produk makanan ultra-proses harus dibatasi secara universal, tetapi Intervensi mereka “Kepada membatasi konsumsi beberapa jenis makanan ultra-proses Kepada kesehatan jangka panjang.”
“Hasil Penting dari penelitian ini bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi dapat sedikit meningkatkan risiko Mortalitas Pagi, tetapi Pengaruh ini sangat bervariasi menurut subkelompok makanan ultra-proses tertentu dan merupakan Pengaruh sekunder dari kualitas makanan secara keseluruhan,” kata Mingyang Song, profesor, departemen epidemiologi dan nutrisi, Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, Amerika Perkumpulan.
Makanan ultra-proses termasuk makanan dan makanan ringan yang dipanggang dalam kemasan, minuman bersoda, sereal bergula, dan produk siap saji atau dipanaskan. Makanan ini sering kali mengandung pewarna, pengemulsi, perasa, dan zat aditif lainnya, dan biasanya tinggi Daya, gula tambahan, lemak jenuh, dan garam, tetapi kekurangan vitamin dan serat.
Banyak bukti yang mengaitkan makanan ultra-proses dengan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus yang lebih tinggi, tetapi hanya sedikit penelitian jangka panjang yang meneliti kaitan antara makanan ultra-proses dengan Sekalian penyebab Mortalitas tertentu, terutama karena kanker.
Kepada mengatasi kesenjangan pengetahuan ini, para peneliti melacak kesehatan jangka panjang dari 74.563 perawat Perempuan yang terdaftar dari 11 negara bagian Amerika dalam Nurses’ Health Study (1984-2018) dan 39.501 tenaga kesehatan pria dari 50 negara bagian Amerika Perkumpulan dalam Health Professionals Follow-up Study (1986-2018); tak satu pun dari subjek penelitian ini yang Mempunyai riwayat penyakit kanker, penyakit kardiovaskular, atau diabetes.
Setiap dua tahun sekali, para partisipan memberikan informasi mengenai kesehatan dan kebiasaan gaya hidup mereka, dan setiap empat tahun sekali mereka mengisi kuesioner makanan yang terperinci. Kualitas makanan secara keseluruhan juga dinilai dengan menggunakan skor Alternative Healthy Eating Index-2010 (AHEI).
Selama periode tindak lanjut rata-rata 34 tahun, para peneliti mengidentifikasi 48.193 Mortalitas, termasuk 13.557 Mortalitas akibat kanker, 11.416 Mortalitas akibat penyakit kardiovaskular, 3.926 Mortalitas akibat penyakit pernapasan, dan 6343 Mortalitas akibat penyakit neurodegeneratif.
Dibandingkan dengan peserta yang berada di kuartal terendah dalam hal asupan makanan ultra-proses (rata-rata 3 Bagian per hari), mereka yang berada di kuartal tertinggi (rata-rata 7 Bagian per hari) Mempunyai risiko 4% lebih tinggi Kepada total Mortalitas dan 9% lebih tinggi Kepada Mortalitas lainnya, termasuk 8% lebih tinggi Kepada Mortalitas akibat penyakit neurodegeneratif.
Tetapi, para peneliti Tak menemukan adanya Interaksi dengan Mortalitas akibat penyakit kardiovaskular, kanker, atau penyakit pernapasan.
Dalam Bilangan absolut, tingkat Mortalitas akibat penyebab apa pun di antara partisipan di kuartal terendah dan tertinggi dari asupan makanan ultra-proses adalah 1.472 dan 1.536 per 100.000 orang per tahun. (H-4)