Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Foto: dok Liputanindo.id.
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan turunnya nilai Ganti rupiah telah Melewati proyeksi bank sentral, sehingga Dewan Gubernur BI melalui Rapat Mingguan pada hari ini memutuskan Demi Meningkatkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps).
“Dalam berbagai Penilaian, hari ini kita Menyaksikan, lho kok pelemahan rupiah Melewati yang kita proyeksikan dulu. Karenanya judulnya (siaran pers) adalah langkah-langkah kebijakan lanjutan Demi penguatan stabilitas nilai Ganti rupiah,” kata Perry dalam wawancara cegat di Gedung DPR RI Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Perry juga memastikan penyelenggaraan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan sesuai dengan ketentuan undang-undang.
“Memang setiap minggu kami melakukan Penilaian Penyelenggaraan kebijakan yang kita putuskan secara bulanan. Karena Terdapat pelemahan rupiah yang memang Melewati yang diproyeksi, kita lakukan langkah-langkah lanjutan Demi stabilisasi nilai Ganti rupiah,” kata dia.
Adapun BI belum Pelan ini Meningkatkan Bangsa Mengembang acuan (BI Rate) sebesar 50 bps pada RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026. Kenaikan BI-Rate pada Mei 2026 menjadi langkah penyesuaian pertama setelah Bangsa Mengembang acuan dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.
Sepanjang 2025, BI sebelumnya telah memangkas Mengembang acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan sebesar 125 bps. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali melaksanakan RDG Bulanan pada 17-18 Juni 2026.
Langkah BI stabilisasi rupiah
Di samping kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen pada Selasa, BI juga menempuh sejumlah langkah lainnya Demi stabilisasi nilai Ganti rupiah.
Pertama, kenaikan struktur Bangsa Mengembang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan Demi semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing.
Kedua, pemberian Insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen Demi semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.
Ketiga, pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) Demi tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar Doku dan perbankan.
Keempat, peningkatan intensitas operasi moneter Bagus rupiah maupun valuta asing Demi memperkuat stabilisasi nilai Ganti rupiah.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai Ganti rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun melemah Sekeliling 7,76 persen (point to point/ptp) dari Rp16.834 per USD pada 9 Januari 2026 menjadi Rp18.141 per USD pada 9 Juni 2026.
