Kerja sama bisnis. Foto: Medcom.id
Jakarta: Dinamika geopolitik di Timur Tengah, berpotensi menghambat jalur distribusi dan Rekanan bisnis. Sehingga, diperlukan kolaborasi lintas sektor sebagai alternatif.
”Dengan mengedepankan kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 23 April 2026.
Menurut dia, kerja sama tersebut mesti mengedepankan kejelasan terkait strategi jangka pendek maupun menengah. Bagus di sektor publik maupun privat.
Liza Memperhatikan hal ini Krusial agar pelaku usaha Mempunyai gambaran konkret. Utamanya, terkait Kesempatan kolaborasi yang dapat dikembangkan.
”Aktivitas bisnis diharapkan dapat berjalan lebih Konsisten,” kata Liza.
Hal itu diungkap Liza, di sela Halal Bihalal B57+ di Jakarta. Menurut Liza, B57+ Asia Pacific Chapter dengan Indonesia sebagai titik Krusial, merupakan platform kerja sama bisnis yang relevan di tengah ketidakpastian geopolitik Dunia Begitu ini.
Langkah strategis ini Bisa memperkuat kerja sama bisnis antarnegara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan Indonesia sebagai aktor kunci.
“Kehadiran platform ini berpotensi menjadi solusi dalam meredam Pengaruh ketegangan geopolitik Dunia, melalui kolaborasi yang Independen dan berorientasi pada keuntungan Berbarengan maka stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga,” ujarnya.
Ketua Lazim B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid mengatakan, di Begitu dunia sedang penuh ketidakpastian dan semakin terfregmentasi, kehadiran B57+ Asia Pacific Regional Chapter pada Februari 2026, merupakan Bentuk Konkret mencapai tujuan Berbarengan yakni perdamaian dan kesejahteraan yang merata.
”Sebagai Kawan strategis, B57+ Asia Pacific Regional Chapter berperan dalam mendorong perdagangan antar Kawan organisasi kerjasama Islam melalui structured business networks, penguatan investasi lintas negara, serta merumuskan kebijakan yang konkrit dengan menjembatani prioritas sektor swasta dan agenda strategis pemerintah,” Jernih Arsjad.

Kerja sama bisnis. Foto: Medcom.id
Terpilihnya Indonesia sebagai pusat koordinasi kawasan Asia Pasifik berdasarkan dua Elemen yakni Elemen demografis dengan populasi Muslim terbesar di dunia, serta pengaruh ekonomi, di mana Indonesia konsisten di posisi tiga besar dalam Dunia Islamic Economy Indicator (GIEI).
Adapun empat prioritas konkret yang ditetapkan dalam Chapter ini antara lain: ketahanan rantai pasok lintas batas, reformasi regulasi berbasis bukti, perluasan peran keuangan syariah, serta akses pasar dan permodalan yang lebih luas
