Liputanindo.id – Musisi sekaligus vokalis band Last Child, Virgoun, menyatakan kesiapan menghadapi agenda mediasi dengan Inara terkait persoalan pengasuhan anak. Ia mengaku pasrah dan menyerahkan semuanya kepada proses yang akan berjalan.
Begitu ditemui di kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Virgoun mengaku sudah siap secara mental Buat melakukan mediasi dengan Inara Rusli. Ia menekankan bahwa yang paling Krusial baginya adalah menjaga kondisi psikologis anak-anak agar Tak terganggu oleh konflik mereka.
“Bismillah, siap. Soal mental anak-anak itu yang paling Krusial sih, mentalnya jangan diganggu, udah itu aja,” ujar Virgoun.
Pelantun “Diary Depresiku” itu menegaskan bahwa segala langkah yang ia ambil selama ini semata-mata demi kepentingan anak-anaknya. Ia mengaku rela melakukan apa pun selama hal tersebut berdampak Berkualitas bagi mereka.
“Saya demi mental anak-anak saya, saya lakuin apa pun lah kejadian ini,” katanya.
Ketika ditanya apakah ia akan tetap mempertahankan hak asuh anak, Virgoun menjawab tegas bahwa keputusannya Buat kepentingan terbaik bagi anak-anaknya.
“Demi anak-anak. Saya capek, harusnya sudah enggak mau ikut-ikutan masalah kayak gini, hidup saya sudah mulai Konsisten, enggak mau urusan sama hukum Tengah. Tapi ya harus dijalanin karena ini Buat kepentingan anak-anak,” ungkapnya.
Terkait anggapan bahwa konflik ini dipicu karena Doku bulanan yang dihentikan, Virgoun menepis tuduhan tersebut. Menurutnya, menilai persoalan ini hanya dari sisi materi adalah pandangan yang terlalu dangkal.
“Kayaknya terlalu cetek ya penilaiannya segitu. Bukan urusan Doku kok,” tutup Virgoun.
Diketahui Virgoun memenuhi panggilan Komisi Nasional Perlindungan Anak pada Selasa (10/2/2026) guna dimintai Penjelasan terkait aduan Inara Rusli. Selama pemeriksaan Penjelasan dilakukan, Virgoun ditanyai tujuh pertanyaan seputar aduan Inara Rusli tentang Restriksi akses anak-anak.
