Rupiah Perkasa Tipis! Meski Sentimen Mendunia Tetap Penuh Ketidakpastian

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.


Jakarta: Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kurs rupiah Tetap menerima sentimen risk-off akibat ketidakpastian potensi kesepakatan damai antara Amerika Perkumpulan dengan Iran di Timur Tengah.

“Sentimen ini dipicu oleh laporan Gedung Putih Tetap menunggu respons Iran sebelum memulai negosiasi perdamaian. Investor menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal Tetap tingginya ketidakpastian terkait proses perdamaian,” ucap dia kepada Antara, Jumat, 24 April 2026.

Nilai Ubah rupiah pada Jumat pagi menguat enam poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.280 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per USD.



Ilustrasi. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

 

AS-Iran gagal Letih kesepakatan

Mengutip Sputnik, pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, Pakistan, meski berakhir tanpa Hasil. Seusai gagal mencapai kesepakatan, AS menyatakan akan mulai memblokade kapal-kapal yang akan masuk dan keluar pelabuhan Iran.

Setelah gencatan senjata selama dua pekan berakhir, Trump mengatakan bahwa Amerika Perkumpulan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran Sembari melanjutkan blokade, menambahkan pembicaraan damai dengan Iran “mungkin” terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Iran sebenarnya siap melanjutkan negosiasi Buat mencapai perdamaian, tetapi meragukan ketulusan dari AS, sebagaimana disampaikan Duta Besar Iran Buat Rusia Kazem Jalali yang diwartakan Xinhua. Kalau Mau melakukan perundingan, AS diminta oleh Iran agar praktek negosiasi tak didasarkan pendiktean syarat, melakukan penipuan, atau sengaja memperpanjang proses negosiasi.

 

Indeks PMI AS lebih kuat dari perkiraan


Memperhatikan sentimen Mendunia, rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) awal AS periode April 2026 lebih kuat dari perkiraan. S&P Mendunia US Manufacturing PMI naik ke 54,0 dari 52,3, melampaui ekspektasi 52,5, sementara Services PMI rebound ke 51,3 dari 49,8, juga lebih tinggi dari proyeksi 50,6.

Rilis itu mencerminkan ketahanan ekonomi AS di tengah ketegangan geopolitik yang Tetap berlangsung. Di sisi lain, Initial Jobless Claims AS Buat pekan yang berakhir 18 April 2026 secara mengejutkan meningkat menjadi 214 ribu dari 208 ribu pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan Elemen-Elemen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.225-Rp17.350 per USD pada hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *