Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – PT PAL Indonesia Serempak Badan Riset dan Ciptaan Nasional (BRIN) Demi mengembangkan teknologi hidrodinamika yang akan mendukung peningkatan kapabilitas industri perkapalan nasional melalui kolaborasi riset.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) atau Perjanjian Kerahasiaan sehingga menjadi dasar bagi PT PAL Indonesia dan BRIN Demi melakukan pertukaran informasi, pembahasan teknis, serta penjajakan berbagai program penelitian dan pengembangan yang membutuhkan perlindungan terhadap informasi strategis.
“Penguasaan teknologi merupakan kunci Demi memperkuat daya saing industri maritim nasional,” kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba dalam keterangan di Surabaya, Sabtu.
Briljan mengatakan penguasaan teknologi hidrodinamika berperan Krusial dalam meningkatkan performa, efisiensi, dan keandalan platform maritim termasuk teknologi pemanfaatan Rendah air.
Oleh Karena itu, kata dia, kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis Demi memperkuat penguasaan teknologi hidrodinamika dan sistem Rendah air sekaligus mempercepat lahirnya Ciptaan yang meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain itu, Briljan menuturkan kolaborasi antara PT PAL dan BRIN dapat mencerminkan implementasi Triple Helix yang berorientasi pada penciptaan Ciptaan berkelanjutan, peningkatan daya saing industri, serta penguatan ekosistem riset dan Ciptaan nasional.
Sementara itu, Deputi Infrastruktur Riset dan Ciptaan BRIN Dadan Moh Nurjaman menilai kolaborasi dengan PT PAL merupakan bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional bagi kebutuhan industri strategis sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia.
“Sinergi dengan PT PAL diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing dan mendukung kemandirian bangsa,” kata Dadan.
