Pria 89 Tahun Lepaskan Tembakan di Ibu Kota Yunani, Empat Orang Terluka

Seorang polisi berpatroli di salah satu kota di Yunani. (Anadolu Agency)


Athena: Kepolisian Yunani memburu seorang pria berusia 89 tahun yang diduga melakukan penembakan di kantor jaminan sosial dan gedung pengadilan di pusat ibu kota Athena, yang menyebabkan sedikitnya empat orang terluka.

Menurut pihak kepolisian, pelaku yang membawa senapan laras pendek pertama kali melepaskan tembakan di kantor jaminan sosial, melukai seorang pegawai. Setelah serangan tersebut, pelaku melarikan diri.

Dikutip dari Irish News, Selasa, 28 April 2026, rekaman kamera keamanan yang disiarkan media lokal menunjukkan seorang pria berjalan tenang di dekat Posisi Sembari membawa senapan di tangan kanannya.

Polisi kemudian menduga pria yang sama melakukan penembakan kedua di Alas dasar gedung pengadilan di bagian lain pusat Athena.

Dalam insiden kedua ini, beberapa orang kembali terluka, sementara aparat menyatakan telah menemukan senjata yang digunakan. Rekaman televisi memperlihatkan petugas ambulans mengevakuasi sedikitnya tiga korban dari gedung pengadilan menuju rumah sakit.

Motif Penembakan

Ketua Perkumpulan Pegawai Peradilan Athena, Stratis Dounias, mengatakan informasi awal menunjukkan pelaku menembakkan senjatanya ke Alas salah satu kantor di gedung pengadilan.

Sedikitnya tiga pegawai Perempuan pengadilan mengalami luka ringan akibat pantulan proyektil, sementara satu pegawai Perempuan lainnya dilarikan ke rumah sakit tanpa cedera fisik. Hingga Begitu ini, motif penembakan Tetap belum diketahui.

Media pemerintah ERT melaporkan bahwa pelaku meninggalkan amplop berisi Berkas di Posisi pengadilan yang disebut berkaitan dengan Dalih aksinya.

Kepala Anggaran Jaminan Sosial Nasional Yunani (EFKA), Alexandros Varveris, mengatakan pelaku naik ke Alas empat kantor jaminan sosial di kawasan Kerameikos sebelum melepaskan tembakan.

“Dia masuk, naik ke Alas empat, mengangkat senapannya, menyuruh seorang pegawai menunduk, Lewat mengenai pegawai lain,” kata Varveris kepada ERT.

Korban mengalami luka di bagian kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit setelah polisi memberikan penanganan darurat di Posisi. Pelaku disebut mengenakan mantel panjang Kepada menyembunyikan senjatanya.

Kekerasan bersenjata tergolong jarang terjadi di Yunani, mengingat kepemilikan senjata api di negara tersebut diperbolehkan Tetapi diatur secara ketat.

Baca juga:  Golongan Bersenjata Baru Klaim Bertanggung Jawab atas Pengeboman di Yunani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *