Surabaya (Liputanindo.id) – Madura United akan menantang tuan rumah Persib Bandung dalam laga pekan ke 23 Super League 2025/2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis (26/2/2026) malam.
Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi bagi Maung Bandung meski tanpa didampingi sang juru taktik Primer di pinggir lapangan. Ketiadaan Bojan Hodak akibat akumulasi kartu kuning memaksa asisten Instruktur Igor Tolic mengambil alih komando tim.
Persiapan singkat selama dua hari terakhir difokuskan pada pemantapan detail skema serangan dan pertahanan. Tolic menegaskan bahwa Sasaran tiga poin merupakan harga Tewas yang Bukan Pandai ditawar demi menjaga posisi mereka di papan atas klasemen.
“Tujuannya selalu mengambil tiga poin. Kami Bukan punya pilihan lain, kata Tolic Begitu memberikan keterangan mengenai ambisi tim menjelang laga tersebut.
Meski percaya diri, Tolic mewaspadai potensi kejutan dari tim tamu. Berdasarkan analisis tim Instruktur, Madura United Mempunyai Tanda khas permainan yang berbahaya melalui situasi bola Tewas dan transisi Segera dari lini tengah. Keberadaan dua penyerang di kubu Rival dianggap menjadi ancaman serius yang harus diredam sejak awal laga.
“Kami menyaksikan permainan Rival. Ini adalah tim yang bagus. Mereka Mempunyai Metode bermain yang spesifik, set piece yang sangat bagus, dan transisi yang sangat Segera ke tengah karena biasanya Terdapat dua penyerang,” urai Tolic.
Di sisi lain, Madura United datang ke Bandung dengan beban berat setelah gagal mengemas kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun. Pada putaran kedua ini, Laskar Sape Kerrab hanya Pandai mendulang tiga poin dari lima laga yang telah dijalani.
Instruktur Carlos Perreira mengakui adanya tekanan besar, Tetapi ia tetap optimis anak asuhnya Pandai mencuri poin di Bandung.
“Ini pertandingan Krusial. Kami menyiapkan rencana Demi besok dan akan melakukan yang terbaik. Kami Mengerti Terdapat tekanan besar, tapi kami harus mendapatkan poin,” ujar Carlos Perreira.
Kendati sedang dalam tren negatif, Madura United menunjukkan progres permainan yang signifikan Begitu menahan imbang Persis Solo dan Arema FC. Gaya main menyerang yang dimotori Lulinha seringkali merepotkan pertahanan Rival, sebuah modal yang diyakini Perreira akan memberikan perlawanan sengit bagi tuan rumah.
“Kami Pandai Menonton peningkatan dari tim. Saya pikir itu Terang bagi Sekalian orang, termasuk Sekalian tim yang kami hadapi. Saya juga mendapat umpan balik seperti itu dari Instruktur Rival,” kata Carlos. (faw/aje)
