Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan adanya berbagai kendala dan kekurangan dalam Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan Begitu menyampaikan laporan pada rapat paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menutup ribuan unit fasilitas penyedia makanan yang dinilai Tak memenuhi standar operasional.
“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG Tetap banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3 ribu dapur,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Kendati menghadapi hambatan operasional, Kepala Negara memastikan penyaluran Donasi pangan ini tetap berjalan secara masif Kepada menjangkau puluhan juta Grup sasaran prioritas di berbagai Daerah.
“MBG sekarang dinikmati 62,4 juta tiap hari. Bilangan ini termasuk 6,3 juta balita, ibu menyusui, dan ibu hamil,” kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Pemerintah juga berencana memperluas jangkauan perlindungan sosial melalui program ini dengan menyasar Grup masyarakat lanjut usia yang hidup Independen tanpa pengawasan keluarga.
“Kita juga akan memberikan MBG kepada 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, sebatang kara dan butuh MBG,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Menurut penjelasan Kepala Negara, Penyelenggaraan program jaminan pemenuhan nutrisi ini didasarkan pada mandat hukum tertinggi negara dalam penanganan kemiskinan.
“Karena itu perintah Pasal 33 dan 34 UUD 1945, bahwa kaum miskin diurus negara,” katanya Prabowo Subianto, Presiden RI.
Guna mengoptimalkan pengawasan, seluruh jajaran kepala daerah hingga Member legislatif diinstruksikan Kepada memantau langsung kelayakan dapur produksi di Daerah masing-masing.
“Saya minta pejabat dan saya perintahkan DPR, bupati, periksa Segala dapur. Kalau Tak Terdapat yang sesuai, laporkan segera dan kita tindak,” tegas Prabowo Subianto, Presiden RI.
Langkah pengawasan ketat ini diberlakukan demi menjamin akuntabilitas serta memastikan pemanfaatan anggaran negara berdampak langsung bagi pemenuhan gizi masyarakat miskin.
“Kita Tak akan mengizinkan masalah Krusial ini diurus Tak Betul,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
