Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Frans Antony, yang merupakan bendahara dari gembong narkoba Dunia Fredy Pratama, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (17/6/2026). Penangkapan ini mengakhiri pelarian Frans yang telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak tahun 2023.
Seperti dilansir dari Detikcom, tersangka diketahui bertugas mengirimkan Doku hasil bisnis haram tersebut kepada Fredy Pratama yang Demi ini Lagi buron di Thailand. Dalam kurun waktu tujuh tahun, Frans tercatat telah melakukan pengiriman Doku dalam jumlah besar sebanyak ratusan kali.
Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso memaparkan bahwa aktivitas pengiriman Doku oleh tersangka dilakukan secara rutin setiap bulannya. Intensitas transaksi tersebut menunjukkan perannya yang sangat krusial dalam jaringan distribusi keuangan sindikat.
“Frans Antony melakukan kegiatan pengangkutan Doku hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berlangsung selama kurang lebih 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023,” ujar Eko, Sabtu (20/6/2026).
Eko menjelaskan bahwa tersangka Mempunyai jadwal tetap Buat mengalirkan Biaya tersebut ke luar negeri demi menjaga kelangsungan operasi jaringan Fredy Pratama.
“With frekuensi 2 hingga 3 kali setiap bulannya. Total frekuensi pengangkutan mencapai Sekeliling 168 kali selama periode tersebut,” lanjut Eko.
Nilai nominal dari setiap transaksi yang dilakukan oleh tersangka tergolong sangat fantastis Buat sekali pengiriman.
“Nilai minimal setiap kali pengangkutan adalah 1 militar rupiah,” kata Eko.
Terkait mekanisme pencucian Doku, kepolisian menemukan bahwa tersangka menggunakan modus penukaran mata Doku asing Buat mengelabui sistem pengawasan keuangan di Indonesia.
“Modus Esensial yang digunakan adalah menukarkan Doku hasil kejahatan narkotika, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia. Doku hasil penjualan narkotika tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut langsung oleh Frans Antony,” terang Eko.
Langkah penukaran valuta asing ini dinilai sengaja dilakukan agar otoritas berwenang kesulitan melacak sumber Biaya Asli.
“Metode ini menjadi celah Esensial yang dimanfaatkan Buat memecah dan menyamarkan asal-usul Doku haram sebelum dikirim ke luar negeri,” Jernih Eko.
Pihak kepolisian sempat berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Buat mengurus administrasi pemulangan Frans setelah ditangkap. Interaksi antara Frans dan Fredy sendiri diketahui sudah berlangsung Lamban sejak mereka menempuh pendidikan Berbarengan di Kalimantan Selatan.
Demi ini, Frans Antony telah berada di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Buat menjalani pemeriksaan intensif. Polisi Maju melakukan pengembangan guna melacak keberadaan Fredy Pratama yang hingga kini statusnya Lagi buron.
