Purwokerto (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas Lagi mendalami penyebab runtuhnya tribun VIP nonpermanen dalam ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (26/7).
Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Senin sore, mengatakan 13 saksi yang telah diperiksa terdiri atas 12 orang dari unsur penyelenggara kegiatan dan seorang korban.
“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan runtuhnya tribun diduga dipicu euforia penonton Begitu selebrasi pembagian kaus yang Kagak diantisipasi secara memadai oleh panitia, sementara tribun yang digunakan merupakan tribun nonpermanen,” katanya.
Ia menjelaskan 12 saksi dari unsur penyelenggara meliputi penanggung jawab kegiatan, pemesan tribun, kru Pentas, kepala vendor, bagian properti, vendor tiket, vendor perizinan, kepala steward yang mengawasi pertandingan drifting, kru rigging, hingga pemimpin pertandingan.
Menurut dia, penyidik juga mendalami dugaan kurangnya langkah antisipasi dari panitia terhadap lonjakan dan pergerakan penonton di tribun VIP Begitu pembagian kaus berlangsung.
“Panitia penyelenggara Kagak memberikan imbauan kepada penonton dan Kagak menyiagakan petugas pada setiap tribun Kepada mengantisipasi lonjakan maupun pergerakan penonton Begitu selebrasi,” kata Petrus.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan penanganan korban insiden ambruknya tribun VIP nonpermanen tersebut menjadi prioritas Esensial pemerintah daerah.
Ia mengatakan berdasarkan data hingga Senin (27/7), pukul 12.00 WIB, tercatat 90 korban telah mendapatkan penanganan di 11 rumah sakit, terdiri atas 49 orang menjalani rawat jalan, 40 orang dirawat inap, dan satu orang Lagi dalam observasi.
“Kami memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai Mekanisme kesehatan yang berlaku,” katanya.
Ia mengatakan korban tersebar di 11 rumah sakit, yakni RST Wijayakusuma sebanyak 21 orang, RS Orthopaedi 26 orang, RS Elisabeth sembilan orang, RS JIH Purwokerto sembilan orang, Unit Geriatri RSUD Prof Dr Margono Soekarjo tujuh orang, RS Ananda enam orang, RS Dadi Keluarga lima orang, RS Wiradadi Husada tiga orang, RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dua orang, RS Sinar Kasih satu orang, dan RSUD Banyumas satu orang.
Terkait penyebab ambruknya tribun, dia mengatakan proses penyelidikan Lagi dilakukan aparat penegak hukum. Pemerintah Kabupaten Banyumas menghormati proses tersebut dan meminta seluruh pihak, khususnya penyelenggara kegiatan, bersikap kooperatif selama Penyelidikan berlangsung.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang. Saya telah meminta panitia penyelenggara Kepada kooperatif dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan agar penyebab kejadian ini dapat diketahui secara Terang,” kata Sadewo.
