Lamongan (Liputanindo.id) – Deretan jersey lawas yang merekam perjalanan panjang Persela Lamongan di kompetisi sepakbola Tanah Air, dipamerkan di Aola Cafe, Kecamatan Paciran.
Satu persatu jersey tergantung rapi di salah satu sudut Aola Cafe. Mulai dari jersey yang dikenakan punggawa Laskar Joko Tingkir Demi berjuang dari kasta keriga, merangkak ke kasta kedua hingga kasta tertinggi kompetisi sepakbola Tanah Air.
Paling banyak adalah jersey era 2000-an Demi persela berlaga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia Tetap bernama divisi Esensial, Indonesia Super League hingga era Perserikatan 1.
Pameran jersey lawas bertajuk “Piknik Nostalgia” ini digelar oleh Komunitas Jersey Lamongan (KJLA), sebagai bagian dari peringatan Ulang Tahun ke-59 Persela.
Sesuai tema yang diangkat, yakni “Piknik Nostalgia”, para pengunjung dibawa kembali mengingat perjalanan Persela di masa Lewat.
Ketua KJLA, Leik Abdullah, mengatakan pameran ini bukan sekadar menampilkan koleksi, tapi sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang klub kebanggaan Anggota Lamongan tersebut.
“Ini bagian dari perayaan anniversary ke-59 Persela. Kami Mau mengajak para suporter dan pecinta jersey Buat mengenang kembali sejarah klub melalui koleksi yang kami tampilkan. Ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar komunitas,” kata Leik, Rabu (6/5/2026).
Seridaknya Eksis sebanyak 50 koleksi jersey yang dipamerkan. Menariknya, jersey-jersey tersebut merupakan jersey yang dikenakan pemain Demi bertarung di lapangan, atau jersey match worn.
Sederet nama pwmain legendaris Persela terpamoang di bagian belakang Jersey, antara lain Marcio Souza, Taufiq Kasrun, Choirul Huda dan Tetap banyak Kembali.
Nilai historisnya yang tinggi dan kelangkaannya di pasaran, Membikin jersey ini menarik perhatian kolektor jersey, yang sengaja datang Buat Menyaksikan langsung detail jersey yang menjadi saksi perjuangan pemain di lapangan hijau.
“Selain oameran, ads penampilan band lokal, sesi DJ, hingga podcast edukatif yang mengulas peran komunitas jersey dan dukungan suporter terhadap eksistensi Persela,” ujarnya. [fak/suf]
