Piala Dunia 2026: Iran menuntut jaminan FIFA dan tiga tuan rumah

Para pendukung tim nasional Iran

Iran telah mengindikasikan akan ikut serta dalam Piala Dunia di Amerika Perkumpulan, Kanadam dan Meksiko, pada Juni hingga Juli mendatang. Tetapi, Iran menuntut jaminan dari FIFA dan para tuan rumah turnamen di tengah ketegangan antara Iran dan AS.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengatakan Iran akan berkompetisi di turnamen tersebut “tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan prinsip kami”, Sembari menegaskan bahwa para tuan rumah “harus memperhitungkan kekhawatiran kami”.

Tuntutan itu muncul setelah Ketua FFIRI, Mehdi Taj, ditolak masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA bulan Lampau.

Taj mengungkapkan bahwa Iran telah menyampaikan 10 syarat kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di Piala Dunia, yang dimulai pada 11 Juni.

Apa saja tuntutan Iran?

Salah satu tuntutan Iran adalah jaminan bahwa Segala pemain, Instruktur, dan ofisial yang bepergian Serempak tim akan menerima visa, termasuk mereka yang pernah menjalani dinas militer Serempak Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Organisasi tersebut terdaftar sebagai organisasi teroris di Kanada dan Amerika Perkumpulan. Keterkaitan Mehdi Taj dengan IRGC disebut-sebut sebagai Dalih dia ditolak masuk ke Kanada.

Sebuah papan bertuliskan Fifa World Cup 2026 terlihat dipajang di sebuah stadion

Iran juga meminta jaminan terkait perlakuan terhadap tim nasional, termasuk penghormatan terhadap bendera Iran dan Tembang kebangsaan, serta peningkatan keamanan di bandara, hotel, dan stadion selama turnamen.

Tuntutan lain dari pejabat Iran adalah para jurnalis menghindari pertanyaan di luar “urusan teknis sepak bola”.

Tetapi dalam kasus Iran, batas antara sepak bola dan politik sering kali kabur.

Pertanyaan seputar pemilihan skuad, dukungan publik terhadap tim nasional, atau suasana di Sekeliling pertandingan dapat membawa dimensi olahraga dan politik secara bersamaan.

Hal ini terlihat pada Piala Asia putri di Australia pada Maret ketika sejumlah pemain Iran mencoba mengajukan suaka, memicu kebuntuan diplomatik yang tegang.

Sebanyak tujuh pemain diberikan visa kemanusiaan Demi berada di Australia – Tetapi lima di antara mereka berubah pikiran dan kembali ke Iran.

Instruktur timnas putra Iran, Amir Ghalenoei, baru-baru ini mengakui bahwa suasana bermuatan politik dapat mencampuri pertandingan yang melibatkan Iran di Piala Dunia.

Apakah tuntutan Iran bakal dipenuhi?

Sebagian permintaan tersebut kemungkinan akan dapat disanggupi FIFA.

FIFA dapat membantu mengawasi logistik turnamen, protokol Formal, dan perlakuan terhadap delegasi peserta selama berlangsungnya kompetisi tersebut.

Tetapi, menyangkut visa, pengendalian perbatasan, dan pemeriksaan keamanan pada akhirnya tetap berada di Dasar yurisdiksi Amerika Perkumpulan, bukan peraturan FIFA.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menyatakan bahwa pesepak bola Iran akan diterima di turnamen tersebut. Tetapi, Rubio memperingatkan bahwa individu-individu yang Mempunyai keterkaitan dengan IRGC Tetap dapat menghadapi Restriksi Demi memasuki Amerika Perkumpulan.

Pengundian tim Piala Dunia 2026

Hal ini Membangun FIFA menghadapi tantangan rumit, Yakni antara memastikan partisipasi Segala tim yang lolos ke Piala Dunia dan menavigasi realitas politik seputar Rekanan Teheran dan Washington.

Israel dan Amerika Perkumpulan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan meluncurkan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.

Pertempuran sebagian besar telah dihentikan melalui gencatan senjata yang Renyah.

Terlepas dari ketegangan tersebut, Demi ini Kagak Eksis indikasi bahwa Iran berniat mundur dari turnamen.

Sebaliknya, perkembangan terbaru menunjukkan adanya negosiasi yang semakin kompleks antara FIFA, Teheran, dan otoritas Amerika Perkumpulan mengenai syarat-syarat seputar keikutsertaan Iran di Piala Dunia.