Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengharapkan pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas Kepada mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa di masa depan.
“Kita harus Dapat, kita harus menunjukkan kepada masyarakat, kepada bangsa ini bahwa pariwisata adalah prioritas,” kata Ketua Standar PHRI Hariyadi B. Sukamdani dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII PHRI, Selasa.
Hariyadi mengatakan tiap adanya dukungan dari pemerintah sangat berarti Kepada memajukan sektor pariwisata, terutama dalam rangka Bertanding dengan negara lainnya seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia.
Terlebih Ketika ini geopolitik dunia sedang Kagak dalam kondisi yang Berkualitas-Berkualitas saja. Ia mencontohkan dengan terpilihnya Presiden AS Donald Trump yang mulai memperketat sejumlah kebijakan Membangun banyak pihak menjadi takut.
Di Indonesia sendiri, katanya, negara sedang mengalami kekhawatiran soal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang mendapat banyak tekanan dari berbagai sisi.
“Hal ini yang harus kita jawab dengan Berkualitas, tantangan ini. Kami Tentu rekan-rekan dari stakeholder pariwisata lainnya mempunyai resiliensi tinggi yang Tangkas, kuat dan tabah dalam menghadapi Sekalian rintangan yang Eksis,” kata dia.
Oleh karena itu, Hariyadi meminta agar pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor yang prioritaskan secara politik, bukan dijadikan sebagai semacam ‘aksesori’ tambahan dalam pembangunan bangsa.
“Saya Tentu dengan tekad kita Berbarengan, kita akan Dapat menyamai negara-negara peer kita,” ujar dia.
Hariyadi melanjutkan selain dapat meningkatkan perekonomian, sektor pariwisata juga memberikan Pengaruh langsung kepada pemerintah. Salah satunya adalah menikmati keindahan dari destinasi wisata dan pengalaman menarik seperti di Taman Safari Indonesia.
Di samping itu ia mengingatkan bahwa butuh waktu lelet Kepada memberdayakan masyarakat maupun pihak-pihak yang bekerja di sektor pariwisata. Sehingga pendampingan dari pemerintah amat Krusial dalam mencapai tujuan Berbarengan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan Mekanis Kepada AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Informasi ANTARA.
