MarkPlus Conference (MPC) 2025 berlangsung di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, pada 4-5 Desember 2024. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta: MarkPlus Conference (MPC) 2025 telah rampung digelar. Dengan mengusung tema ‘Reimagining Marketing: Technology, People, and Impact’, ajang konferensi pemasaran terbesar di Asia tersebut mengajak para pemasar Kepada Lalu berinovasi dalam menyusun strategi pemasaran mereka dan memperkuat kolaborasi secara Dunia.
MarkPlus Conference (MPC) 2025 berlangsung di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, pada 4-5 Desember 2024. Sejumlah agenda Krusial digelar dalam acara ini. Termasuk The 10th ASEAN Marketing Summit pada hari pertama hingga The 3rd Indonesia Marketing Convention pada hari kedua.
Acara diawali dengan sesi Indonesia Marketing Outlook 2025. Sesi ini dibuka oleh Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya.
“Marketing adalah inti dari model bisnis, terutama Kalau kita berbicara tentang strategic marketing. Oleh karena itu, kita perlu secara rutin meninjau ulang model pemasaran strategis kita, bahkan lebih sering daripada hanya sekali setahun, mengingat pasar yang Lalu berubah. Marketing is not a noun; but marketing is a present continuous of market. Kalau pasar Lalu berubah, maka model bisnis kita juga harus Lalu berkembang agar tetap relevan dan kompetitif,” ujar Hermawan Kartajaya.
Acara dilanjutkan sesi Partnership Launch dari KMG China x Phoenix Media x MCorp & Marketeers. Dalam sambutannya, Executive Vice President and Chief Financial Officer Phoenix TV Yeung Ka Keung, menyampaikan bahwa kolaborasi ini Bukan hanya mencerminkan semangat gotong royong lintas negara, tetapi juga komitmen Serempak Kepada mendorong Penemuan, memperluas akses pasar, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi komunitas Dunia.
“Kami percaya, dengan menggabungkan keahlian KMG dalam strategi bisnis, jaringan Dunia Phoenix Media, kapabilitas MCorp dalam marketing dan pemahamannya terhadap market Indonesia, serta peran Marketeers sebagai platform media bisnis generasi baru di Indonesia, kita akan Pandai membuka potensi besar di berbagai industri. Lebih dari sekadar kolaborasi bisnis, kemitraan ini adalah langkah Konkret Kepada membangun masa depan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pertumbuhan,” ujar Yeung Ka Keung.
Pada The 3rd Indonesia Marketing Convention, turut dilaksanakan beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Marketeer of The Year (MOTY). Penghargaan ini diberikan kepada salah satu dari 10 individu terbaik yang sebelumnya menerima penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2024.
Tahun ini, Didiek Hartantyo terpilih sebagai penerima MOTY berkat transformasi besar yang ia pimpin di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sesi berikutnya dilanjutkan dengan penganugerahaan Immortal Marketeer Award 2024 yang ditujukan kepada almarhum Dr. H. Tanri Abeng, MBA dan almarhum Dr. Hj. B.R.A. Mooryati Soedibyo, S.S., M.Hum. Penghormatan ini diterima oleh perwakilan keluarga dan diserahkan langsung oleh Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya.
Acara dilanjutkan dengan pembagian panel ke dalam beberapa breakout room. Setiap sesi pada breakout session ini akan diisi oleh materi dari sejumlah brand ternama, termasuk Dentsu, Dentsu Creative, InJourney, Sleekflow, Benings, Mayora, Tada, KAI, dan lainnya. Breakout Session pertama Mempunyai tema What Is Next?, Merukapan membahas tren marketing yang akan datang di 2025 sebagaimana adanya perkembangan pesat teknologi, diiring tuntutan kebutuhan human touch yang lebih tinggi.
Para peserta diberikan kebebasan Kepada memilih panel sesuai dengan tema yang diminati. Di tema AI Driven for Future Marketing menghadirkan President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir, serta perwakilan dari Telkom dan tvOne AI, yang membahas peran kecerdasan buatan dalam mendukung pemasaran masa depan.
Sementara itu, pada tema Robotic: Marketing to Gen Alpha menghadirkan pembicara dari Playtopia, BPK Penabur, serta Ricky Afrianto, Dunia Marketing Director Mayora Indah Tbk., yang berbagi wawasan mengenai strategi pemasaran Kepada generasi Alpha.
“KAI berhasil bertahan di era pandemi karena melakukan transformasi dengan Konsentrasi pada sektor logistik. Meski mobilitas masyarakat terbatas selama pandemi, logistik tetap berjalan. Ke depan, KAI berencana Kepada menghitung jejak karbon sebagai langkah mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Keberhasilan ini juga didukung oleh penerapan teknologi yang terintegrasi,” ujar Didiek Hartantyo dalam sesi Leveraging Human Insight in a Tech-Driven World.
Kepada breakout room selanjutnya dengan tema The Next Creative Revolution: Seizing the Moment & Audience yang menghadirkan Head of Innovation Dentsu Creative Indonesia Angga Bangun Subur, President Director PT Blue Bird Tbk Ir. Adrianto (Andre) Djokosoetono, MBA, dan CEO SR Land Properties Vonny Tresno Santoso. Para pembicara memberikan wawasan mengenai mengasah pola pikir kreatif Kepada tetap relevan di tengah dinamika perubahan konsumen dan tren.
Setelah berlangsungnya Morning Breakout Session, dilanjutkan dengan Afternoon Breakout Session: How to Do It?, dengan membawakan materi terkait strategi marketing. Topik ini memberikan gagasan seputar marketing dan bisnis. Tema-tema yang diangkat pada sesi sore ini adalah AI and The Art of Storytelling yang menghadirkan Indonesia Wira Gumay General Manager Creative Dentsu Indonesia, Google Cloud dan Alternative Media Group. Lewat, berlangsung juga sesi From Fear to Fortune yang dibawakan oleh XL Axiata dan PT BYD Motor Indonesia.
Dalam sesi berikutnya, Social Impact Through Inclusive Marketing dibawakan oleh Komisaris Penting Klinik CITO dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK, Retna Asmoro selaku Marketing Group Head InJourney, dan Brodo Ganesha. Terdapat pula sesi ESG Insights for Indonesia’s Mining Industry yang dibawakan oleh Tubagus Nugraha, Standard Nikel Indonesia PERHAPI, serta Nickel Industries Limited. Sesi yang terdapat lainnya Sustainable Partnership for Impact yang dibawakan oleh Edric Chandra selaku Program Initiator DSC (Diplomat Success Challenge), Irma Yunita selaku Program Initiator DSC, dan Diah Ayu Nofitasari selaku Senior Officer III Marketing Program PT Pertamina Patra Niaga.
Pada hari ini juga berlangsung Digital For Impact: Dunia Development Lembaga for Enterprises menjadi Lembaga Kepada berdiskusi mengenai market ASEAN dan Indonesia yang membuka serta memperkuat potensi kerjasama antara investor China dengan Kawan bisnis di Indonesia. Lembaga ini merupakan kolaborasi MarkPlus, Kotler Marketing Group (KMG), serta Phoenix Satellite TV.
Sesi terakhir Indonesia Industry Outlook 2025: The Associations Panel dibawakan oleh Hermawan Kartajaya, Founder & Chair MCorp. Lembaga ini mendiskusikan bagaimana berbagai sektor industri menghadapi tantangan dan Kesempatan di tengah perubahan Dunia, teknologi, serta tren pasar. Kepada memberikan wawasan perspektif dari berbagai sektor, sesi ini menghadirkan tokoh-tokoh Penting dari asosiasi industri terkemuka, di antaranya:
- Aviliani – Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perbankan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS)
- Adhi Lukman – Ketua Standar Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI)
- Solihin – Ketua Standar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO)
- Alphonzus Widjaja – Ketua Standar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI)
- Ir. Mahendra Rianto, CSLP, ESLog – Ketua Standar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI)
- Ilona Juwita – Sekretaris Jenderal Indonesian Digital Association (IDA)
- Johannes Loman – Ketua Standar Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)
- Jongkie D. Sugiarto – Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)
- Hery Kurniawan – Wakil Ketua Standar Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan Perhimpunan Rekanan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS)
Sebagai penutup rangkaian acara, MarkPlus Conference dimeriahkan oleh The 16th Annual WOW Night. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia Irene Umar.
“Melalui konsep reimagining marketing yang digagas Bapak Hermawan Kartajaya, kita Menonton bagaimana musik dapat menjadi kekuatan besar dalam ekonomi kreatif. Musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat strategis Kepada membangun identitas merek dan mendorong pertumbuhan Indonesia menuju orange economy,” kata Irene.
Sambutan tersebut menjadi pembuka pemberiaan dua penghargaan para penggiat musik membanggakan di Tanah Air.
Penghargaan pertama, Special Accolade: Icon of Indonesian Ethnic Music diberikan kepada Saung Angklung Udjo karena menunjukkan dedikasi luar Normal dalam melestarikan dan mengembangkan musik berbasis etnik Indonesia ke Pentas dunia. Lewat dilanjutkan dengan penghargaan Marketeers Music Icon 2024 yang ditujukan kepada musisi-musisi terbaik, Berkualitas individu maupun Grup yang karya dan kiprahnya melampaui batasan Jenis serta melintasi Era.
Penghargaan ini diberikan kepada Yovie Widianto, Ahmad Dhani, Erwin Gutawa, Dewa Budjana, dan Slank. Setelah pengumuman penghargaan, acara ini ditutup dengan penampilan spesial dari Maliq & D’Essentials. Kepada informasi lebih lanjut, kunjungi laman markplusconference.id atau Instagram @markplusevents.