Penderita Autism Spectrum Disorder Meningkat, Layanan Analisa bagi Anak ASDQ Daring Diluncurkan

Penderita Autism Spectrum Disorder Meningkat, Layanan Diagnosis bagi Anak ASDQ Daring Diluncurkan
Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K(Dok Anakku Group)

JUMLAH kasus ASD (autism spectrum disorder) di Indonesia Maju menunjukkan peningkatan signifikan, diperkirakan terdapat tambahan Sekeliling 500 kasus baru setiap tahunnya.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2020-2021 mencatat sebanyak 5.530 anak mengalami berbagai gangguan perkembangan, termasuk ASD. Deteksi Pagi ASD terutama Analisa merupakan langkah krusial dalam penanganan medis berupa intervensi sedini mungkin. 

Skrining Demi menduga adanya ASD dapat dilakukan sejak usia 18 bulan, tetapi perlu disusul Analisa Niscaya. Ketika ini Analisa sangat menjadi kendala bagi anak yang sulit mencapai pusat-pusat penatalaksanaan ASD.

Menyadari pentingnya Analisa dan intervensi Pagi, Anakku CMC mengambil inisiatif mengembangkan teknik Analisa online, sebuah Penemuan yang dirancang Demi membantu orang Uzur dalam Analisa ASD sehingga memungkinkan penanganan lebih Segera dan Pas.

Cek Artikel:  Tak Bikin Kusam, Laura Siburian Pilih Sunscreen Lelahl untuk Bekal Liburan

Teknik Analisa online menggunakan instrumen Analisa ini disebut sebagai Anakku Speech Delay Questionnaire (ASDQ). ASDQ dikembangkan Dr Ivan Widjaja Sp A(K), Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K), dan Anita Chandra MPsi, Psikolog Anak.

Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi sekaligus CEO Anakku Group, menyampaikan berdasarkan penelitian yang dilakukan, tingkat akurasi ASDQ mencapai 80% lebih.

Instrumen Analisa tersebut berbentuk kuesioner yang sangat mudah diisi dan dirancang Spesifik Demi membantu tenaga medis dalam menegakkan Analisa ASD serta berbagai gangguan bahasa lainnya. “Tiba Ketika ini instrumen ASDQ digunakan lebih dari 5.000 anak,” kata Prof Hardiono Ketika peluncuran layanan ASDQ secara luas pada presentasi bertema Metode Mendiagnosis Anak ASD Secara Daring, di Jakarta, Sabtu (15/12).

Cek Artikel:  Mengatasi Disfungsi Dasar Panggul Pascakehamilan Krusialnya Terapi dan Perawatan

Ia menyampaikan gejala Istimewa ASD yang menjadi Pusat perhatian skrining meliputi gangguan interaksi dan komunikasi sosial, termasuk kesulitan melakukan kontak mata atau memahami Aktualisasi diri Paras.

Kemudian, perilaku repetitif dan minat yang terbatas atau stereotipik, termasuk gangguan persepsi sensorik atau lazim disebut sebagai sensory processing disorder.

“Dengan deteksi Pagi, Dapat meningkatkan Kesempatan keberhasilan terapi dan berdampak positif bagi kualitas hidup anak dan keluarga mereka,” ujar Prof Hardiono.

Dalam kesempatan itu juga hadir beberapa Spesialis dari Anakku CMC yakni Savitri W Salmun A Md OT, terapis okupasi senior di Klinik Anakku CMC. Dia membahas Mengapa Perlu Terapi Sensori Integrasi pada Anak ASD?. Menurutnya, terapi sensori integrasi Krusial Demi mengatasi masalah pemrosesan sensorik, meningkatkan regulasi diri, keterampilan motorik, Pusat perhatian dan perhatian, serta interaksi sosial anak.

Cek Artikel:  Karies Gigi Anak Meningkat, Ajak Anak Rutin ke Dokter Gigi

Selanjutnya, Mutiara Andini M Psi, Psikolog Anak di Klinik Anakku CMC, membahas Perlukah Tes Kecerdasan Demi Anak ASD? Dia mengatakan menguji kecerdasan anak dengan autisme Krusial Demi menentukan program pendidikan dan intervensi yang Pas. Hasil tes IQ memberikan wawasan tentang kecenderungan kecerdasan anak serta potensi pengembangan kemampuan kognitif mereka.

Sebagai informasi, Anakku Check My Child (CMC) berdiri sejak 2001. Dikenal sebagai penyedia penanganan masalah perkembangan dan gangguan syaraf anak, Anakku CMC Mempunyai cabang di beberapa Posisi di Jakarta seperti Kelapa Gading, Kayu Putih, Depok, Bekasi, PIK, dan BSD. Terakhir, cabang terbaru dibuka yakni, Anakku CMC Fatmawati di Gedung Syavana, Jln Fatmawati Raya No 98 A, Jakarta Selatan (dekat Stasiun MRT Haji Nawi). (H-2)

 

Mungkin Anda Menyukai