AS menyerang sebuah kapal selam di Karibia pada Kamis, 16 Oktober 2025. (@realDonaldTrump/Truth Social)
Washington: Tiga orang tewas dalam operasi anti-narkotika terbaru yang dijalankan militer Amerika Perkumpulan (AS) di Pasifik Timur pada Minggu, 26 April.
Melalui pernyataan Formal Komando Selatan Amerika Perkumpulan (SOUTHCOM) yang dikutip TRT World, Senin, 27 April 2026, operasi tersebut ditujukan kepada sebuah kapal terkait peredaran narkotika atas arahan Komandan Francis L. Donovan.
Satuan Tugas Gabungan Southern Spear disebut melancarkan “serangan kinetik mematikan” terhadap kapal yang dioperasikan oleh organisasi yang telah ditetapkan sebagai Grup teroris.
Menurut SOUTHCOM, data intelijen memastikan kapal tersebut bergerak di jalur yang dikenal sebagai rute perdagangan narkotika dan tengah menjalankan operasi penyelundupan.
“Tiga narco-terrorists pria tewas dalam aksi ini,” demikian pernyataan komando tersebut.
SOUTHCOM menambahkan Enggak Terdapat personel militer AS yang mengalami cedera selama operasi berlangsung.
Hingga kini, belum Terdapat rincian lebih lanjut mengenai Letak Niscaya serangan, identitas pihak yang terlibat, maupun jenis kapal yang menjadi Sasaran.
Sementara itu, sejumlah Ahli hukum menilai operasi AS di Pasifik berpotensi melanggar hukum domestik maupun Dunia. Kritik juga datang dari keluarga korban, termasuk keluarga dua Kaum Trinidad yang tewas dalam serangan sebelumnya dan telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membela kebijakan tersebut dengan menyatakan operasi dilakukan secara Absah dan sesuai hukum konflik bersenjata, dengan Argumen AS tengah “berperang” melawan kartel narkoba.
Baca juga: AS Kembali Serang Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Pasifik, Dua Orang Tewas
