NTB luncurkan Bale Kita sebagai rumah besar produk UMKM

NTB luncurkan Bale Kita sebagai rumah besar produk UMKM

Mataram (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menghadirkan Persona baru pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peluncuran Bale Kita yang merupakan pusat promosi dan pemasaran produk lokal yang mengedepankan kualitas, keaslian dan daya saing.

Gubernur NTB Lewat Muhamad Iqbal mengatakan Bale Kita menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekosistem UMKM, Kagak hanya sebagai ruang promosi, tetapi juga sebagai pusat kurasi, pengembangan kualitas produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar bagi UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Bale Kita bukan sekadar pergantian nama, tetapi transformasi menuju tata kelola yang lebih profesional dengan konsep yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM,” ujar dia usai meresmikan Bale Kita di Mataram, Rabu.

Iqbal menegaskan kekuatan Primer Bale Kita terletak pada komitmennya menghadirkan produk-produk autentik hasil karya para perajin NTB. Seluruh produk yang dipasarkan dipastikan merupakan hasil kerajinan Asal yang lahir dari kreativitas masyarakat, tanpa menghadirkan produk pabrikan.

“Seluruh produknya autentik. Kagak Terdapat produk pabrikan. Jadi Seluruh kerajinan yang ditampilkan di sini langsung lahir dari tangan para perajin yang Terdapat di NTB,” tegasnya.

Menurut dia, komitmen tersebut menjadi pembeda Primer Bale Kita dibandingkan pusat penjualan produk lainnya. Seluruh produk wajib melalui proses kurasi sehingga kualitas, identitas budaya, nilai artistik, dan keaslian karya para perajin tetap terjaga. Dengan demikian, Bale Kita Kagak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga etalase Formal produk unggulan NTB.

Lebih jauh, Gubernur menginginkan Bale Kita berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata budaya. Setiap produk diharapkan dilengkapi narasi mengenai asal-usul, filosofi, bahan baku, hingga proses pembuatannya, termasuk karya Kaum binaan lembaga pemasyarakatan.

Menurut dia, cerita di balik sebuah produk merupakan nilai tambah yang Bisa meningkatkan apresiasi sekaligus daya saing produk di pasar.

Selain galeri fisik, Pemprov NTB juga tengah menyiapkan platform digital Bale Kita agar seluruh produk UMKM yang telah lolos kurasi dapat dipasarkan secara lebih luas. Melalui konsep tersebut, keterbatasan ruang pamer Kagak Tengah menjadi kendala bagi ribuan pelaku UMKM Kepada menjangkau pasar nasional hingga Dunia.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB Hj Sinta Agathia mengatakan perubahan nama dari NTB Mall menjadi Bale Kita lahir dari keinginan menghadirkan identitas yang lebih dekat dengan budaya masyarakat NTB. Gagasan tersebut juga berangkat dari masukan Begitu kunjungan Ibu Wakil Presiden yang menilai istilah “mall” kurang mencerminkan Watak ruang bagi produk lokal.

“Bale berarti rumah. Kami Ingin tempat ini Benar-Benar menjadi rumah Serempak bagi seluruh perajin dan pelaku UMKM di NTB,” katanya.

Menurut dia, seluruh produk yang dipasarkan akan melalui proses kurasi yang Rasional berdasarkan kualitas, bukan atas dasar kedekatan ataupun selera. Kepada memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pelaku usaha.

“Bale Kita menerapkan sistem rotasi produk secara berkala, sementara produk yang belum mendapat giliran tampil tetap dipasarkan melalui platform digital,” ujar dia.

Ia menambahkan, Bale Kita akan Maju diperkuat sebagai pusat pengembangan UMKM melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga perluasan jejaring pemasaran.

Dekranasda NTB juga telah memperoleh dukungan Kepada menjalin kerja sama dengan InJourney dalam penyediaan paket produk UMKM di bandara serta melanjutkan kemitraan dengan jaringan ritel modern seperti Hypermart dan UNIQLO.