Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana Serempak Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di objek wisata Pemandangan Baru di ketinggian Ngarai Sianok, Kamis, 30 April 2026. ANTARA/Al Fatah
Bukittinggi: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung upaya Geopark Ngarai Sianok Demi mendapatkan pengakuan sebagai warisan Mendunia oleh UNESCO. Langkah ini bertujuan menegaskan perlindungan strategis terhadap kekayaan alam daerah di Sumatra Barat, khususnya di Kota Bukittinggi.
“Geosite Minangkabau di area Ngarai Sianok kami mengusulkan Demi ditingkatkan. Kalau sudah nasional ke UNESCO Mendunia akan jadi landmark dunia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Ketika Menonton langsung kondisi terkini Ngarai Sianok dari objek wisata Pemandangan Lubang Jepang, Bukittinggi, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026.
Dengan berstatus UNESCO Mendunia Geopark (UGGp), Ngarai Sianok Serempak seluruh objek wisata lain di Bukittinggi juga akan mendapat perhatian besar turis mancanegara. “Sehingga turis asing Bisa datang lebih banyak, kita lihat seperti objek wisata Waduk Toba di Sumatra Utara,” ujarnya.
Menpar menyempatkan diri berswafoto di ketinggian Pemandangan Baru dengan latar rangkaian tebing dan Kategori sungai di kawasan Ngarai Sianok. Kawasan tersebut berada di dua daerah, yakni Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Ia kemudian didampingi Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Personil DPR RI Irman Gusman meninjau objek wisata sejarah Lubang Jepang. Letak tersebut berada Akurat di sisi kawasan Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok yang terletak antara Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi yang dilalui Patahan Semangko. Antara/Fandi Yogari
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Ketika ini pemerintah daerah telah menyiapkan persyaratan sebagai kajian dari Tim Validasi Geopark UNESCO.
“Sudah sepantasnya Ngarai Sianok diakui secara Mendunia, nilai keasliannya tetap terpelihara hingga Ketika ini dari sisi geologi dan budaya. Proses penyiapan syarat dipenuhi Demi dimajukan ke PBB tahun depan,” ungkap Ramlan.
