Musim Roller Coaster Yamaha Indonesia di ARRC 2025: Cetak Sejarah, Kini Saatnya Penilaian

liputanindo.com – Musim Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 telah mencapai garis finisnya di Sirkuit Dunia Chang, Buriram, Thailand. Bagi Yamaha Racing Indonesia (YRI), musim ini adalah kisah yang penuh Corak, diwarnai oleh terobosan bersejarah dan tantangan teknis yang memerlukan Penilaian mendalam sebelum menyambut tahun 2026.

Titik Balik Bersejarah dan Kinerja Positif

Perjalanan YRI di ARRC 2025 ditandai dengan perubahan signifikan dan pencapaian luar Standar:

  • Tim berhasil meraih kemenangan race dan beberapa kali double podium.
  • Yang paling menonjol, YRI mencetak sejarah dengan meraih podium pertama kali di kelas Supersport 600 (SS600) sepanjang keikutsertaan mereka di ARRC. Podium bersejarah ini dicapai oleh Wahyu Nugroho pada seri perdana di Buriram.

Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menyambut hasil ini dengan positif.

“Kami merespon perolehan musim ARRC 2025 ini dengan positif yang menghasilkan kemenangan race, beberapa kali double podium juga history pertama kali podium di kelas SS600”.

Tantangan di Garis Akhir

Sayangnya, seri penutup di Buriram Bukan berjalan mulus bagi beberapa pembalap kunci. Wahyu Nugroho menghadapi masalah teknis serius pada motornya (technical problem dan power drop). Ia menutup seri dengan finis ke-7 di Race 1 dan ke-12 di Race 2. Wahyu mengakhiri musim di peringkat 4 klasemen akhir dengan 121 poin.

M. Faerozi juga alami kendala, finis ke-11 pada Race 1 dan harus rela menerima hasil DNF (Did Not Finish) pada Race 2 karena masalah mesin. Ia menempati posisi ke-12 di klasemen akhir dengan perolehan 68 poin.

Konsistensi Candra dan Sorotan Wild Card

Di tengah kesulitan teknis tersebut, Candra Hermawan menunjukkan performa yang konsisten. Ia berhasil memenuhi Sasaran masuk 5 besar klasemen akhir (posisi 5 dengan 121 poin) berkat ketekunannya menyelesaikan balapan (P5 di Race 1 dan P4 di Race 2).

Sorotan lain tertuju pada penampilan Aldi Satya Mahendra sebagai wild card. Pemenang dunia World Supersport 300 tahun 2024 (sekarang disebut World Sportbike) ini tampil memukau dengan meraih dua kali podium! Mulai start dari grid 3, ia naik podium 3 pada Race 1 dan podium 2 pada Race 2. Hasil ini menjadi pemanasan positif baginya sebelum melakoni satu musim penuh di World Supersport Berbarengan AS Racing Team.

Pusat perhatian Penuh pada Penilaian 2026

Menyaksikan journey yang penuh Corak ini, YRI kini mengambil langkah strategis: Penilaian menyeluruh Demi peningkatan tahun depan.

“Kami akan mengevaluasi dengan melakukan perbaikan-perbaikan agar Terdapat peningkatan hasil di ARRC 2026. Input dari pembalap maupun kru tim sudah dikumpulkan Demi analisa lebih lanjut agar bermanfaat buat strategi dan penguatan performa yang kami butuhkan di 2026 nanti,” tegas Wahyu Rusmayadi.

Musim 2025 ini merupakan bagian Krusial dari perjalanan para pembalap YRI. Dengan semangat positif dan optimisme yang tinggi, mereka siap menghadapi langkah selanjutnya, termasuk tantangan besar bagi Aldi Satya Mahendra di World Supersport. Setelah Menyaksikan hasil yang Kombinasi aduk ini, perbaikan apa yang menurut sobat sekalian anggap paling krusial bagi Yamaha Racing Indonesia di ARRC 2026? – @liputanindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *