Surabaya (Liputanindo.id) – Nama Murbianto Adhi Wibowo di dunia kemiliteran dan intelijen cukup mentereng. Dalam perjalanan karirnya di TNI AD, pria Kelahiran 13 Desember 1973 itu beberapa kali memegang jabatan strategis. Seperti, Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (2021), Agen Intelijen Spesialis Madya pada Direktorat Kontra Separatisme dan Konflik Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN, hingga menjadi Kabinda Jawa Timur.
Berbekal pengalaman dan kesuksesan memimpin Laskar, lulusan Akmil 1995 itu nekat mengurusi e-sport, bidang yang baru diakui Formal oleh pemerintah pada tahun 2020. Bahkan menjadi Ketua Esport Indonesia (ESI) Jawa Timur dua periode Tamat 2029 mendatang.
Di bidang Esport, ia mendapatkan berbagai tantangan. Salah satu yang terbesar adalah menemukan dan menyatukan potensi atlet Esport yang melimpah di Jawa Timur. Menurut Murbianto dengan Bakat yang Eksis, Esport di Jatim wajib sehat, berprestasi dan berkelanjutan.
“Jatim punya Bakat muda luar Normal, komunitas yang aktif, serta daerah-daerah dengan Kepribadian dan kekuatan masing-masing. Tantangannya bukan sekadar Membangun esports tumbuh, tetapi memastikan pertumbuhan itu sehat, berprestasi, dan berkelanjutan,” kata Murbianto usai menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak Ekosistem Esport dan penguatan Generasi Digital dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 20 di Grand City Convention Hall, Selasa (21/4/2026).
Menghadapi tantangan yang Eksis, kolaborasi menjadi senjata Murbianto. Dengan menerapkan prinsip komunikasi terbuka, Murbianto berhasil berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pengurus KONI Jatim, sekolah, kampus hingga media.
“Mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dukungan Ibu Gubernur terhadap pengembangan generasi muda dan ekonomi kreatif, KONI Jatim, pemerintah kabupaten/kota, komunitas, sekolah, kampus, pelaku industri kreatif, hingga media. Dalam hal ini, Beritajatim punya peran Krusial karena ikutmembangun pemahaman publik bahwa esports bukan hanya permainan, tetapi juga ruang prestasi, pembinaan, disiplin, dan masa depan anak muda Jawa Timur.” imbuh Murbianto.
Murbianto menjelaskan, dalam kolaborasi yang sehat dan awet diperlukan kepercayaan, komunikasi dan saling menghargai. Ia tak menampik dalam perjalanan kolaborasi ESI dengan berbagai pihak Eksis dinamika yang timbul. Tetapi selama Mempunyai visi yang sama demi kemajuan Jawa Timur tentu tak jadi masalah.
“Di Jawa Timur, kami belajar bahwa kemajuan esports Tak Bisa dibangun sendirian. Harus Eksis sinergi antara pemerintah, KONI, dunia pendidikan, komunitas, pelaku industri kreatif, dunia usaha, dan media. Kami bersyukur semangat itu tumbuh kuat di Jawa Timur. Beritajatim juga menjadi bagian Krusial karena konsisten mengangkat narasi positif tentang esports. Pada akhirnya, kolaborasi akan bertahan ketika Segala pihak merasa dilibatkan, dihargai, dan tumbuh Serempak.” tegas Murbianto.
Menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak Ekosistem Esport dan penguatan Generasi Digital dari Beritajatim tak Membangun Murbianto puas. Visinya Tetap berdiri kokoh. Menjadikan Esport Jatim Lanjut berkembang. Murbianto menegaskan, penghargaan yang didapat dari Beritajatim akan menjadi tenaga dan semangat baru Demi mencapai visinya.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi motivasi Demi melangkah lebih jauh. Ke depan, kami akan memperkuat pembinaan atlet, memperluas kolaborasi di berbagai daerah, serta mendorong esports agar semakin terhubung dengan pendidikan, industri kreatif, dan pengembangan Bakat muda. Kami Mau Lanjut berjalan Serempak Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Dasar kepemimpinan Ibu Gubernur, Serempak KONI Jatim, pemerintah daerah, komunitas, sekolah, kampus, pelaku industri, dan Beritajatim agar esports Jawa Timur semakin matang, profesional, dan berkelanjutan.” pungkasnya. (ang/but)
